Soal Kartun Nabi Muhammad, KAHMI: Presiden Macron Salah Memaknai Kebebasan

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 06:53 WIB
Macron memicu kontroversi ketika mengatakan bahwa islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia.
Foto: AP Photo/Soal Kartun Nabi Muhammad, KAHMI: Presiden Macron Salah Memaknai Kebebasan
Jakarta -

Kontroversi kartun Nabi Muhammad di Prancis terus menjadi perhatian dunia selama empat hari terakhir. Selain kartun, pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga dinilai 'membela' kartun terbitan Charlie Hebdo tersebut.

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) ikut mengambil sikap terkait kartun Nabi Muhammad di Prancis. Menurut MN KAHMI terjadi kesalahan dalam memahami kebebasan.

"Presiden Prancis Emmanuel Macron telah salah memaknai kebebasan. Kebebasan bukanlah berekspresi tanpa batas dan berlaku semena-mena," tulis MN KAHMI dalam rilis yang diterima detikcom pada Jumat (30/10/2020).

Kartun Nabi Muhammad di majalah terbitan 2015 tersebut dinilai Presiden Macron sebagai bentuk kebebasan berpendapat. Macron juga menyatakan masa depan Prancis hendak dirampas Islam garis keras.

Terkait kebebasan berpendapat, KAHMI menilai hak tersebut jangan sampai digunakan hingga keluar batas. Apalagi sebetulnya Setiap orang sebetulnya punya hak kebebasan berpendapat yang sama.

Kebebasan tanpa batas berisiko menimbulkan kekacauan bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Makna kebebasan adalah sikap toleran
kepada, menghormati perbedaan, dan tidak berbuat sesuatu yang mencederai pihak lain.

MN KAHMI juga menyatakan lima sikap terkait kartun Nabi Muhammad di Prancis, berikut penjelasannya

1. Mengecam dan menyesalkan penggunaan kekerasan dan ekstrimisme untuk menyelesaikan masalah. Penggunaan kekerasan justru melahirkan kekerasan lain tanpa ujung

2. Mengecam pernyataan Presiden Macron sebagai bentuk Islamophobia dan menuntut permintaan maaf kepada seluruh umat Islam

3. Mendukung solidaritas semua kalangan di seluruh dunia untuk melakukan boikot kepentingan ekonomi Perancis sebagai bentuk protes

4. Mendorong semua komunitas internasional menggunakan kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab, penuh toleransi, tidak provokatif, dan mendukung perdamaian.

5. Meminta kepada seluruh umat beragama di Indonesia tetap menjaga toleransi dan kebersamaan serta mempererat barisan untuk menjaga persatuan nasional.

(row/erd)