Round-Up

8 Poin Buka-bukaan Gus Nur: Kasus Hina NU Hingga Ilmu Debus

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 06:21 WIB
Wawancara Eksklusif Gus Nur
Foto: 2odetik
Jakarta -

Sugi Nur Rahardja atau yang dikenal dengan sebutan Gus Nur buka-bukaan seputar kasus ujaran kebencian terhadap Ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan kehidupannya. Gus Nur mengaku NU sejati yang mengawali karier sebagai penceramah berbekal ilmu debus.

detikcom mendapat kesempatan mewawancarai Gus Nur secara eksklusif di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada Rabu (28/10/2020) kemarin.

Soal kasusnya, Gus Nur mengaku terpancing pertanyaan Refly Harun saat berbincang soal kondisi NU dan pemerintah saat ini. Gus Nur menilai dirinya tak mengujarkan kebencian kepada NU, tetapi dia mengkritik karena rasa sayangnya terhadap NU.

Gus Nur pun bercerita soal awal mula dirinya menekuni dunia dakwah. Gus Nur yang dahulu pemain debus, hijrah setelah ditinggal ayahandanya.

Dia pun melakukan dakwah yang tak biasa dengan memanfaatkan ilmu debus yang tersisa di dirinya, yaitu tetap hidup meski dikubur bak jenazah.

Berikut poin-poin pengakuan Gus Nur saat wawancara eksklusif dengan detikcom:

1. Sebut Refly Harun Pemicu Dirinya Lontarkan Kritik NU Ibarat Bus

Gus Nur menjelaskan awal mula melontarkan pernyataan NU ibarat bus yang disopiri orang mabuk, kondekturnya teler dan kernetnya ugaln-ugalan. Dia mengaku saat itu menanggapi pertanyaan Refly Harun.

"Ya itu kan saya kan kalau nggak diwawancara sama Refly, saya kan nggak ngomong gitu," kata Gus membuka perbincangan. Dia mengenakan rompi tahanan Bareskrim warna oranye dipadu peci warna putih.

Gus Nur mengatakan kritik terhadap NU itu tidak direncanakan dirinya untuk ada dalam video wawancara dengan Refly Harun. Namun Gus Nur mengaku memang akan menyampaikan hal serupa bila ditanya soal kondisi NU saat ini.

"Ya itulah saya, karena Pak Refly nanya itu (soal kondisi NU saat ini-red). Jadi itu bukan berarti diagendakan, saya itu orangnya ngalir aja. Coba sekarang tanya saya (soal) NU, saya akan jawab seperti itu lagi. Jadi itu sudah naluri," ucap Gus Nur.

Dalam video yang ditayangkan di akun YouTube MUNJIAT Channel, Gus Nur tampak sedang berbincang dengan Refly Harun. Video itu diunggah pada 16 Oktober 2020. Pada menit 3.45 di video tersebut, Gus Nur menyampaikan pendapatnya soal kondisi NU saat ini. Menurut Gus Nur, NU saat ini tidak seperti NU yang dulu.

"Sebelum rezim ini, ke mana jalan dikawal Banser. Saya adem ayem sama NU. Ndak pernah ada masalah. Nah, tapi setelah rezim ini lahir tiba-tiba 180 derajat itu berubah," ujar Gus Nur dalam video itu.

"Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Supirnya mabuk, kondekturnya teler, kerneknya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga," lanjutnya.

Gus Nur lantas menyebut sejumlah nama. Dia menyebut nama pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

"Jadi saya kok pusing dengerin di bus yang namanya NU ini. Ya tadi itu, bisa jadi keneknya Abu Janda. Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut. Dan sopirnya KH Aqil Siradj. Penumpangnya liberal, sekuler, PKI di situ numpuk," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4