Melihat Badik Ratusan Tahun yang Dipamerkan di Maros Sulsel

Moehammad Bakrie - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 15:52 WIB
Pameran badik ratusan tahun di Maros, Sulsel.
Foto: Bakrie-detikcom
Maros -

Ratusan bilah badik pusaka dari berbagai jenis dipamerkan dalam ajang pameran bilah pusaka dan konservasi di Kabupaten Maris, Sulawesi Selatan. Badik dan keris yang telah berumur ratusan tahun itu merupakan koleksi dari berbagai komunitas, mulai dari jenis badik Taeng, Luwu, Gecong, Raja, Cindakko, Dedde Baru dan Sele dikumpul jadi satu.

Pameran ini digelar di objek wisata Rammang-Rammang, Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (30/10/2020). Ratusan badik yang dipamerkan itu berasal dari berbagai komunitas.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan budaya ini, ikut mengusung isu konservasi alam sebagai upaya menyatukan unsur budaya dengan lingkungan hidup sebagai satu kesatuan.

"Budaya dan alam menurut kami satu kesatuan dan menjadi satu identitas. Olehnya kegiatan tahun ini kami sengaja mengusung isu konservasi di dalamnya," kata ketua Lembaga Badik Celebes Maros, Muhammad Hatta kepada wartawan.

Pameran badik ratusan tahun di Maros, Sulsel.Pameran badik ratusan tahun di Maros, Sulsel. Foto: Bakrie-detikcom

Selain pameran pusaka, kegiatan yang digelar selama empat hari ini, juga menghadirkan berbagai kegiatan budaya lainnya, mulai dari kirab budaya, pentas seni hingga seminar kebudayaan dan arkeologi.

"Kegiatannya cukup banyak. Hari ini kita juga ada ritual pencucian badik massal yang diikuti oleh semua komunitas budaya dan pentas musik jaman dulu," lanjutnya.

Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Badik memang menjadi sebuah warisan dan identitas budaya yang memiliki sejarah panjang. Bahkan, jauh sebelumnya di jaman pra sejarah telah ditemukan berbagai jenis senjata yang terbuat dari batu.

"Kita juga mau memperkenalkan kalau memang kita, khususnya di Maros ini punya sejarah yang panjang. Kita ada namanya Maros Poin, itu anak panah jaman purba yang umurnya puluhan ribu tahun," sebutnya.

Bukan hanya sekadar senjata tajam, Badik bagi sebagian warga suku Bugis Makassar dimaknai sebagai pelengkap dan bahkan azimat yang harus dimiliki oleh seorang pria dewasa. Pasalnya, setiap jenis badik memiliki kegunaan tersendiri.

"Ada badik memang cocok untuk untuk bisnis. Ada juga untuk keselamatan. Yah tiap badik memang dibuat khusus. Jadi bukan hanya senjata, tapi bagi kita filosofinya sangat tinggilah," terangnya.

Pameran badik ratusan tahun di Maros, Sulsel.Pameran badik ratusan tahun di Maros, Sulsel. Foto: Bakrie-detikcom

Sayangnya, kegiatan yang juga dihadiri oleh berbagai komunitas dari luar daerah itu, kurang mendapatkan perhatian dan dukungan dari Pemerintah Daerah setempat. Meski kegiatan ini sudah tiap tahun dilaksanakan dan telah diagendakan jauh hari.

"Kami mempersiapkannya sudah 5 bulan. Justru kegiatan kami ini didukung oleh Pemerintah Provinsi. Harapannya kedepan Pemerintah daerah bisa lebih mendukung kamilah," pungkasnya.

(nvl/nvl)