Wawancara Eksklusif

Cerita Gus Nur Ditawari dan Tolak Ajakan Gabung di KAMI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 15:32 WIB
Wawancara Eksklusif Gus Nur
Foto: Wawancara eksklusif Gus Nur (20detik)
Jakarta -

Sugi Nur Rahardja atau yang dikenal dengan nama Gus Nur, mengaku ditawari bergabung di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Namun tawaran itu ditolaknya.

"Kalau KAMI kan sudah mengharap, berapa banyak orang KAMI mengajak saya juga. Tapi kan saya belum masuk dan saya belum tertarik," kata Gus Nur saat wawancara eksklusif dengan detikcom di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2020).

Gus Nur menyebut orang-orang yang mengajaknya bergabung adalah simpatisan KAMI di Jawa Timur (Jatim). Namun Gus Nur mengaku ingin independen saja.

"Orang Jawa Timur (yang mengajak bergabung di KAMI). Tapi kan saya belum tertarik. Karena sudah lah saya kalau politik independen saja, nggak usah ada label apa-apa. Tapi kalau agama, harus saya bergelambir di situ," ujar dia.

"Buruh, rakyat, omnibus law, kan saya tampil di Patung Kuda (Jakarta Pusat). Saya orasi di situ," imbuh dia.

Gus Nur juga menyampaikan dirinya bukan bagian dari Hizbut Thahir Indonesia (HTI). "Nggak ada, nggak ada KAMI, HTI, Syiah, nggak ada. Saya independen," tandas Gus Nur.

Gatot Nurmantyo menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8/2020).Foto: Gatot Nurmantyo hadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI (Luqman/detikcom)

Seperti diketahui Gus Nur jadi tersangka kasus ujaran kebencian terhadap Ormas Nahdlatul Ulama (NU). Dia dianggap menghina dan mengujarkan kebencian karena mengibaratkan NU seperti bus yang disopiri orang mabuk, dengan kondektur teler dan kernet ugal-ugalan.

Gus Nur ditangkap polisi di sebuah rumah yang beralamat di Pakis, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10) dini hari. Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena diduga telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan karena pernyataannya di akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020.

"Tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA dan penghinaan," ujar Direktur Tindak Pidana Siber, Brigjen Slamet Uliandi kepada detikcom.

Penangkapan terhadap Gus Nur ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas sejumlah pelaporan ke Bareskrim Polri, salah satunya dari Ketua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon Azis Hakim. Gus Nur dilaporkan karena dianggap telah menghina NU.

Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020. Azis mengatakan pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan ujaran kebencian dan/atau hate speech melalui media elektronik.

Kuasa hukum NU Cirebon, Saleh, mengatakan pihaknya mentersangkakan Gus Nur dengan dua pasal dalam Undang-Undang (UU) ITE. "Kita laporkan Pasal 27 ayat 3 UU ITE, Pasal 28 ayat 2 UU ITE, yang ancamannya kalau yang dua itu 4 tahun, yang 28 ayat 2, 6 tahun," tuturnya.

Simak video 'Gus Nur: Saya Terpancing Pertanyaan Refly Harun':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/hri)