Kartun dan Karikatur Nabi Muhammad: Reaksi MUI dan Ada Apa di Prancis?

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 14:33 WIB
Macron memicu kontroversi ketika mengatakan bahwa islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia.
Foto: AP Photo/Kartun dan Karikatur Nabi Muhammad: Reaksi MUI dan Ada Apa di Prancis?
Jakarta -

Kontroversi kartun dan karikatur Nabi Muhammad di Prancis terus memancing reaksi dunia internasional. Hal ini diawali pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tidak akan mencopot karikatur tersebut.

Reaksi juga datang dari Majelis Ulama Indonesia yang meminta Presiden Macron segera mencabut ucapannya dan minta maaf. Upaya menghina dan merendahkan agama tak seharusnya dilakukan antara sesama manusia.

"Kalau dunia ingin tenang dan damai, jangan yang menghina dan merendahkan orang lain, agama, dan keyakinannya atas dasar apa pun. Saya meminta Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam," kata Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas.

Menurut buya, panggilan khas Anwar, alasan Macron ingin menghormati dan melindungi kebebasan berekspresi tidak bisa diterima. Kebebasan berekspresi harus ditempatkan di posisi yang tepat supata tidak menimbulkan kekacauan.

Buya yakin umat Islam mau memaafkan Macron jika segera minta maaf atas perbuatan, sikap, serta tindakannya terkait kartun dan karikatur Nabi Muhammad. Minta maaf akan segera memadamkan api permusuhan yang sudah terlanjut menyala.

"Umat Islam adalah umat yang pemaaf dan cinta damai. Untuk itu kita mengharapkan agar Macron secepatnya mencabut ucapan dan meminta maaf," ujar Buya.

Dikutip dari Deutshe Welle (DW), kontroversi kartun dan karikatur Nabi Muhammad bermula dari aktivitas guru sejarah Samuel Paty. Saat itu dia sedang mengajar di kelas kebebasan berbicara dengan menunjukkan gambar junjungan umat Islam tersebut.

Gambar kartun dan karikatur Nabi Muhammad berasal dari majalah Charlie Hebdo terbitan tahun 2015. Komunitas mengajukan protes dan Paty terbunuh dengan kepala dipenggal, yang pelakunya adalah seorang ekstremis asal Checnya yang baru berusia 18 tahun.

Kartun dan karikatur Nabi Muhammad dari Charlie Hebdo telah memancing kontroversi sejak kali pertama terbit. Di tahun 2015, ada 12 orang dibantai di kantor majalah tersebut.

Terlepas dari gambar yang memancing kontroversi, umat Islam tidak pernah menggambar sosok kartun dan karikatur Nabi Muhammad. Di Prancis, kartun Charlie Hebdo menjadi ikon tradisi sekuler sejak revolusi.

(row/pal)