Gaet Komunitas, Gencarkan Edukasi & Pemilahan Sampah di Pantai Kelan Bali

Angga Riza - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 13:27 WIB
Pengelolaan Sampah di Bali
Foto: istimewa
Denpasar -

Desa Adat Kelan, Badung, Bali menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah di Bali. Desa Adat Kelan merupakan desa yang ditunjuk sebagai tempat realisasi progam pengelolaan sampah dari Pertamina yakni "Eco Green".

Bali sebagai daerah yang memiliki garis pantai yang panjang dan elok, juga pengunjung wisatawan lokal maupun mancanegara tinggi. Hal ini tak lepas dari permasalahan sampah yang dihasilkan dari wisatawan, industri maupun kiriman dari pesisir laut.

Bali sendiri mencatat penghasilan sampah mencapai 4.281 ton per harinya. Sebagai daerah wisata yang menjadi pandangan dunia sudah seharusnya Bali mendapatkan perhatian khusus terhadap pengelolaan sampah.

Untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Bali Pertamina menggandeng Pemerintah Desa Adat Kelan, Badung sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan membentuk progam "Eco Green". Yakni merupakan progam pengelolaan dan pemilahan sampah menjadi barang yang bermanfaat.

Progam Eco Green direalisasikan di Desa Adat Kelan sebagai desa yang berada dilingkungan pantai dan memiliki kencenderungan permasalahan sampah kiriman terutama saat musim penghujan. Masyarakat sekitar juga didorong untuk mendapatkan pelatihan terkait pengelolaan sampah.

Dalam implementasinya masyarakat juga diminta untuk aktif dalam berpartisipasi. Kesadaran masyarakat juga menjadi modal utama dalam pengelolaan sampah untuk menjadi efektif.

Pengelolaan Sampah di BaliPengelolaan Sampah di Bali Foto: istimewa

Dalam menjalankan pemilahan sampah progam ini menggaet beberapa komunitas untuk mengedukasi dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satu komunitas yang digaet merupakan komunitas #maludong.

Founder Komunitas #Maludong Komang Sudiarta dengan adanya progam Eco Green Kelan, masyrakat sekitar mendapatkan edukasi terkait pemilahan sampah organik dan non organik.

"Di masyarakatnya sekarang bisa memanfaatkan sampah setelah adanya bank sampah yang kita ikutkan. Yang saya sampaikan memang saya ada di masyarakat memang mereka yang pertama sudah teredukasi bagaimana memanfaatkan sampahnya di rumah proses pemilahan itu," kata Sudiarta saat dihubungi detikcom, Jumat (30/10/2020).

Sejauh progam ini berjalan masyarakat sekitar bersama komunitas telah menghasilkan kerajinan dari sampah laut. Yakni berupa hiasan gapura yang ada di Pantai Kelan dan juga petunjuk arah.

"Kalau dari itu adalah gapura, petunjuk arah yang sebagian diambil dari sampah laut," ujar Sudiarta.

"Ya kita utamanya masyarakat sekitar ya karena kan sudah ada kelompok pengelolaan sampah pantai kelan tersebut, memang kita prioritaskan ke kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kemudian untuk sampah rumah tangganya tentu warga yang ada disitu tapi tidak menutup kemungkinan yang lainya," kata Rustam dihubungi terpisah, Jumat (30/10/2020).

Pengelolaan Sampah di BaliPengelolaan Sampah di Bali Foto: istimewa

Sementara itu, pihak Pertamina MOR V akan terus mendukung pengelolaan dan pemilahan sampah yang ada Bali. Manager Communication Relation dan CRS MOR V Pertamina Rustam Aji memaparkan program ini ditujukan untuk masyarakat sekitar, diharapkan program Eco Green bisa meluas ke seluruh wilayah Bali.

Sekedar informasi, progam CSR Eco Green Kelan ini menyabet penghargaan The Best CSR Award 2020. Dalam kategori pelibatan komunitas dalam menangani sampah.

(ega/ega)