Kirim Surat Terbuka, Presiden PKS Desak Macron Tarik Ucapan Hina Islam

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 13:00 WIB
H. Ahmad Syaikhu. (lahir di Cirebon, Jawa Barat, 23 Januari 1965; umur 53 tahun) adalah seorang politikus Indonesia. Ia adalah Wakil Wali Kota Bekasi, Jawa Barat mendampingi Rahmat Effendi yang dilantik pada 10 Maret 2013.[1] Pasangan ini diusung Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelumnya, Ahmad Syaikhu merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu. (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyampaikan surat terbuka ke Presiden Prancis Emmanuel Macron. Surat terbuka itu berisi kecaman terhadap Macron atas pernyataan yang menghina umat Islam.

"Saya Ahmad Syaikhu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saya menulis surat ini sebagai tanggapan atas pernyataan Anda yang mengatakan bahwa Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis hari ini, di seluruh dunia. Lebih jauh, Anda juga membela karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW dan mencoba menstigmatisasi citra Islam dengan aksi terorisme," tulis Syaikhu dalam surat yang disampaikan PKS ke Macron, Jumat (30/10/2020).

Syaikhu mengatakan Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Indonesia juga, kata dia, negara demokrasi peringkat ketiga terbesar di dunia yang membuktikan nilai-nilai Islam, hak asasi manusia, dan demokrasi dapat berjalan seiring.

"Kami menegaskan pernyataan ceroboh Anda tidak bisa kami terima. Ini sangat menyakitkan bagi kami, terutama bagi umat Islam Indonesia, serta dapat mengganggu ketertiban dan perdamaian dunia," kata Syaikhu.

PKS mengutuk keras setiap tindakan provokatif dan penghinaan yang berusaha mencemarkan nama baik agama apa pun, tidak terkecuali Islam. PKS juga menentang narasi berbasis kebencian dan penghinaan terhadap Islam, termasuk tindakan tidak menghormati Nabi Muhammad SAW.

PKS mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Prancis Emmanuel Macron soal pernyataannya yang menghina Islam.PKS mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Prancis Emmanuel Macron soal pernyataannya yang menghina Islam. (Farih Maulana/detikcom)

"Kami mendesak Anda untuk menarik ucapan Anda yang menghina Islam, serta meminta maaf kepada warga dunia, khususnya umat Muslim yang telah tersakiti oleh pernyataan ceroboh Anda," sambungnya.

Surat tersebut dikirimkan ke Kedutaan Besar Prancis di Jakarta oleh Ketua DPP PKS Sukamta dan dua Juru Bicara Presiden PKS, Pipin Sopian dan M Kholid. Sukamta menyebut Dubes Prancis telah menerima langsung surat dari Syaikhu.

Saat dimintai tanggapan terkait penyerangan dan pemenggalan yang juga terjadi di Perancis, Sukamta menyebut PKS jelas tidak setuju dengan segala tindakan kekerasan. Sukamta memastikan bahwa PKS anti terorisme.

"Kami sikap PKS jelas tidak menyetujui terhadap kekerasan apapun bentuknya, kami anti terorisme. Namun kami juga tidak menyetujui perilaku yang justru merangsang terorisme itu sendiri. Jadi dua-duanya harus dihilangkan, kita ingin perdamaian," pungkasnya.

Kecaman atas pernyataan Macron juga disampaikan pemerintah Indonesia. Seperti apa isinya?

Selanjutnya
Halaman
1 2