Wawancara Eksklusif

Gus Nur Buka-bukaan Soal Panggilan 'Gus' dan Ilmu Debus

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 08:31 WIB

Dikubur yang dimaksud Gus Nur adalah dirinya dikafani, dikubur di dalam tanah selama satu jam. Kemampuan itu dimanfaatkan Gus Nur. Dia kemudian mempopulerkan istilah dakwah dari dalam kubur. Videonya banyak beredar di YouTube dan jadi kontroversi.

"Maksudnya bisa saya pakai, dikubur hidup-hidup, dikafanin, dikasih papan, dikubur tanpa lubang satu jarumpun. Dikubur satu jam. Lihat di video saya, tahun 2005-an. Akhirnya saya berimprovisasi, saya kenal agama, saya dakwah dari panggung ke panggung seperti biasanya, tapi bahasa kerennya 'kok nggak viral-viral," terang Gus Nur.

"Nah (saya-red) jadi penceramah dalam kubur. Jadi dulu saya dakwahnya (sambil-red) dikubur. Dakwah dalam kubur Gus Nur, dilihat dalam Youtube itu masih banyak. Jadi saya dikafanin, terus dimasukkan keranda, diusung, dibacakan tahlil, dimasukkan liang lahat, diazanin terus ditutup tanah," imbuh dia.

Gus Nur mengungkapkan caranya berdakwah dari dalam kubur akhirnya viral. Gus Nur menyebut dirinya sebagai tokoh revolusi dakwah dalam kubur.

"Satu jam saya ceramah di situ, nah dikasih mic di situ. Jadi jemaah hanya dengarkan suara saya. Nah viral, satu-satunya di dunia, saya revolusionernya dakwah dalam kubur. Jadi dulu atraksi dikubur saya buat cari nafkah, sekarang saya buat dakwah, beda niat-beda dimensi," pungkas Gus Nur.

Wawancara Eksklusif Gus NurFoto: Wawancara Eksklusif Gus Nur (20detik)

Lantas dari mana Gus Nur mendapat gelar 'gus'?

Gus Nur menceritakan, ayahnya dikenal dengan nama Tomjeg alias Tommy Jenggot karena jenggotnya yang panjang. Suatu masa dulu, ayahnya dan dirinya diundang main debus di sebuah acara. Menurutnya oleh si pengundang acara itu lah ayahnya diberi gelar 'gus' karena dinilai hebat atraksi debusnya.

Dari sejak itu ayahnya dipanggil dengan nama Gus Tomjeg. Karena Gus Nur selalu mendampingi ayahnya bermain debus, dia jadi ikut-ikutan dipanggil sebagai Gus Nur.

"Di situ itu saya ikut-ikutan dipanggil Gus Nur," jelas dia.

"Dari mana 'gus', nggak punya (garis keturunan) nama Kiai, oke saya luruskan jadi sejak saat itulah saya menikmati panggilan gus. Saya nggak minta, datang sendiri. Tetapi saya pertanggungjawabkan," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3