Round-up

Duduk Perkara Eka Gelapkan Uang Nasabah Rp 4 M Demi Foya-foya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 22:38 WIB
Karyawati perusahaan asuransi di Kabupaten Bone, Sulsel, Eka Hayanti (32) ditangkap polisi usai menggelapkan uang nasabah bank Rp 4 miliar (dok. Istimewa).
Foto: Karyawati perusahaan asuransi di Kabupaten Bone, Sulsel, Eka Hayanti (32) ditangkap polisi usai menggelapkan uang nasabah bank Rp 4 miliar (dok. Istimewa).
Jakarta -

Eka Hayanti (32), seorang karyawati perusahaan asuransi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat geger. Ia ditangkap polisi setelah menggelapkan uang nasabah bank Rp 4 miliar. Parahnya, uang yang diambil pelaku digunakan untuk berfoya-foya.

Awalnya, tersangka Eka dilaporkan pada 7 April 2020 dengan laporan bernomor LP/224/IV/2020/SPKT/RES BONE atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan atau penggelapan yang terjadi dalam kurun waktu 2013 sampai 2019 bertempat di Jalan Gunung Jayawijaya, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Dia dilaporkan oleh korban yang merupakan istri mantan Bupati Bone, Hj Andi Warnawati Idris Galigo.

Eka sebenarnya merupakan orang kepercayaan istri dari mantan Bupati Bone itu, baik dalam hal penarikan maupun penyetoran uang di rekening Bank Muamalat milik korban. Tersangka Eka Hayanti ini mengambil uang milik korban secara bertahap melalui penarikan 2 ATM milik korban yang dipegang sejak 2013 sampai 2019.

"Jadi, tersangka ini merupakan karyawan anak perusahaan Bank Muamalat, yang bergerak di bidang asuransi. Korban kasih kepercayaan kepada Eka ini untuk pegang kartu ATM. Korban rugi sekitar 4 miliar dari hasil penarikan 2 buah ATM yang ada di tangan tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf saat ditemui detikcom di Mapolres Bone, Rabu (28/10).

Eka ini juga merupakan eks marketing di Bank Muamalat pada 2013-2016. Dari hasil penyidikan polisi, terungkap jika uang hasil penggelapan tersebut dihabiskan dengan berfoya-foya.

"Uang yang digelapkan oleh tersangka Eka digunakan untuk kebutuhan peribadi dan berfoya-foya," tambah Ardy.

Lalu bagaimana awal mula kasus penggelapan ini?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3