Tak Dikasih Uang Rokok dan Miras, Pria di Makassar Pukul Istrinya

Reinhard Soplantila - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 18:49 WIB
Young woman is sitting hunched at a table at home, the focus is on a mans fist in the foregound of the image
Ilustrasi KDRT. (Foto: Dok. iStock)
Makassar -

Seorang pria di Makassar, Sulawesi Selatan, menganiaya istrinya hingga memar di bagian mata. Pemicunya, dia tidak diberi uang rokok dan minuman keras (miras) oleh istrinya, FI (29).

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (28/10) malam, di kawasan Kandea, Makassar. Penganiayaan itu kerap dialami FI. Sejak 2008 mereka menikah, FI dipaksa bekerja menjadi tukang cuci untuk memenuhi kebutuhan rokok serta miras pelaku.

"Adapun uang yang didapat dari hasil mencuci diambil semua suaminya untuk minum (miras), merokok. Sementara anaknya ada tujuh orang dan ini korban sudah ampun berhadapan dengan dia dan ingin kembali kembali ke orang tuanya," ujar Ketua Tim Reaksi Cepat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar, Makmur, pada Kamis (29/10/2020).

Puncaknya saat pelaku tidak mendapati uang hasil kerja korban untuk membeli rokok, pelaku pun langsung naik pitam dan melakukan penganiayaan di jalan. Hingga warga sekitar mendapati FI langsung membawanya ke polisi dan kemudian diserahkan ke P2TP2A Makassar.

"Kronologis pemukulannya pas di dapat di jalan ditanya mana uang dijawab tidak ada, langsung dia pukul dengan ditinju matanya dan tadi malam langsung kami bawa visum ada laporannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, sementara kami kerja sama dan Polrestabes Makassar," kata Makmur.

Kini FI telah dibawa ke rumah aman P2TP2A Makassar untuk mengembalikan mentalnya. FI juga telah dibawa visum dan akan mendapatkan pendampingan guna melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan suaminya ke Mapolrestabes Makassar.

"Untuk sementara, korban hasil visum sudah ada, kita juga menunggu administrasi dari keluarga mereka dan itu kami akan lakukan pelaporan resmi ke Polrestabes dan si korban ada di rumah aman P2TP2A Makassar," beber Makmur.

(dkp/dkp)