Implementasi Samsung dalam Dunia Pendidikan di Masa Pandemi

Reyhan Diandri - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 11:51 WIB
Samsung
Foto: Reyhan Diandri
Jakarta -

Teknologi kian mempengaruhi wajah dunia pendidikan di Indonesia. Dengan semakin berkembangnya teknologi maka banyak hal yang bisa dimanfaatkan. Head of Sales IT & Mobile B2B Samsung Electronics Indonesia, Lukman Basuki mengatakan teknologi dan perangkat digital saat ini sudah berubah peranannya. Dari yang sebelumnya sifatnya opsional, menjadi sesuatu yang sifatnya esensial karena diakibatkan oleh kondisi COVID-19.

"Sehingga mau tidak mau para guru dan murid dengan latar belakang yang berbeda akan dituntut untuk mempercepat keahliannya dalam menunjang kegiatan belajar mengajar secara virtual," ujar Lukman, dalam webinar 'Samsung Mobile Business Insight: The Next Normal Reshaping the Future Education', Rabu (14/10/2020).

Menurut Lukman, dalam kegiatan belajar mengajar secara virtual, saat ini membutuhkan paling tidak tiga komponen. "Yang pertama, dari sisi koneksi internetnya baik itu dari Wi-Fi maupun dari operator. Yang kedua, dari sisi aplikasi pendukung kegiatan belajar yang bermunculan. Yang terakhir, perubahan tren dari sisi device yang digunakan," ungkapnya.

Lukman melihat dari data yang ada, perubahan tren penggunaan device untuk dunia pendidikan adalah yang sebelumnya memakai personal computer (PC) atau laptop, berubah ke arah mobile device seperti smartphone atau tablet. Hal tersebut didukung pula oleh dua hal, yaitu setiap keluarga di Indonesia sudah memiliki smartphone atau tablet dan mempunyai keunggulan harga yang lebih terjangkau daripada laptop atau PC.

Oleh karena itu, teknologi berperan besar dalam memajukan serta mentransformasikan dunia pendidikan saat pandemi. Terutama bagi para pelajar serta tenaga pendidik yang menggunakan gawai untuk mengakses hal pembelajaran.

"Tidak dapat dipungkiri kondisi belajar secara virtual yang mempercepat penyerapan teknologi dalam kondisi pandemi ini. Yang dalam tanda kutip 'memaksa' siswa maupun guru harus menjadi fasih menggunakan perangkat atau aplikasi pendukung tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Educator dan Founder Sekolah.mu Najelaa Shihab mengungkapkan teknologi bisa menjadi solusi untuk mengakselerasi perubahan dalam dunia pendidikan. Manfaat teknologi pun berlaku untuk semua pemangku kepentingan seperti guru dan orang tua.

"Kalau kita bicara untuk guru, banyak contoh bagaimana teknologi menjadi enabler untuk meningkatkan kompetensi guru. Bahkan juga membina karier mereka seperti bisa membuat buku, dan terlibat dalam aplikasi membuat konten digital. Untuk orang tua teknologi memungkinkan mereka terlibat secara lebih aktif dalam proses pembelajaran,"

Najelaa juga mengatakan peranan teknologi untuk dunia pendidikan sangat berpihak pada murid. Hal itu karena dengan teknologi, murid-murid bisa punya lebih banyak 'suara'.

"Suara yang untuk kemudian bisa menemukan bidang-bidang yang mereka minati dan mendapat kesempatan eksplorasi. Dan teknologi itu juga betul-betul menyiapkan murid dengan profesi di masa depan," ujarnya.

Najelaa pun berharap situasi pandemi ini menjadi wake up call untuk masyarakat maupun pemangku kepentingan. Apakah tantangan ini bisa dimanfaatkan untuk mengadopsi teknologi, yang awalnya berjalan dengan terpaksa saat pandemi untuk kemudian menjadi bagian dari budaya dan tentu agar pelajar bisa terus tumbuh literasi digitalnya.

"Dengan semakin kritis, semakin kreatif, semakin banyak kesempatan berkolaborasi. Serta agar murid berlatih tentang nilai-nilai yang sebetulnya dibutuhkan, untuk kemudian bisa tumbuh jadi individu yang utuh di masa yang serba digital ini," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Al Muslim & Salman Al Farisi Gerry Nasution mengatakan telah mengintegrasikan teknologi Samsung di lingkungan pendidikannya. Menurutnya, seluruh siswa sudah diberikan perangkat tablet Samsung yang dipergunakan dalam pembelajaran.

"Samsung Tab tersebut kita inject dengan beragam aplikasi. Ada kurang lebih 14 aplikasi yang harus kita masukkan, tetapi semuanya ter-cover dengan Samsung Knox. Jadi ini memang satu bagian lagi, yang saya rasa menjadi esensial. Penting untuk kita dengan selalu menjaga internet sehat yang bisa dipergunakan oleh siswa-siswa di sekolah," pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini Samsung mempunyai beberapa program dengan promo spesial untuk membantu transformasi pendidikan Indonesia ke dunia digital. Program 'Samsung UPP' hadir sebagai platform khusus yang dapat diakses oleh guru maupun staff dari sekolah atau universitas yang sudah bekerja sama. Samsung juga mengundang sekolah atau universitas yang belum memiliki akses ke program ini untuk mendaftarkan institusi Anda. Untuk pendaftaran dapat menghubungi Samsung lebih lanjut di kontak yang tertera.

Bagi sekolah yang sudah bergabung akan mendapatkan berbagai keuntungan, seperti diskon sepanjang tahun untuk semua produk Samsung, program cicilan 0%, tukar tambah produk Samsung, pengiriman produk Samsung gratis ke seluruh Indonesia, serta berbagai keuntungan lainnya.

Kemudian, ada program 'Samsung Semangat Tetap Sekolah' untuk memenuhi kebutuhan siswa, melalui kerja sama dengan Telkomsel untuk memberikan Simcard gratis beserta promo kuota belajar. Terdapat kuota belajar 10 GB yang bisa didapatkan siswa hanya dengan Rp 10, dan juga tambahan kuota belajar 11 GB yang dapat diperoleh hanya dengan Rp 5.000 selama periode September hingga Desember 2020.

Terakhir, ada special offer bagi sekolah dan universitas yang ingin menggunakan tablet seri Samsung Galaxy Tab A 8 2019, Samsung Galaxy Tab A 8 2019 with s-pen, dan Samsung Galaxy Tab S6 Lite. Promo special offer ini akan memberikan harga spesial untuk produk seri tersebut dengan periode promo hingga 31 Oktober 2020. Untuk mencari tahu lebih banyak tentang promo tersebut bisa mengunjungi https://www.samsung.com/id/business/promotions/semangat-tetap-sekolah/.

(mul/mpr)