Tantangan Relawan COVID-19: Bergerak Bersama Tanpa Berkumpul

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 11:27 WIB
Sebanyak 700 orang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur mengikuti rapid test dan swab test COVID-19, Kamis (4/6/2020) guna mencegah penularan virus Corona yang lebih luas lagi.
Foto: dok. Relawan COVID-19
Jakarta -

Koordinator Relawan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Andre Rahadian menyatakan menjadi relawan pandemi COVID-19 memiliki tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan relawan kebencanaan alam.

Menurutnya, relawan COVID-19 yang terbentuk sejak awal bulan Maret 2020 ini berbeda dengan relawan pada umumnya. Para relawan harus menghadapi bencana tak kasat mata pertama kali terjadi di dunia yang penularannya melalui interaksi manusia.

"Mereka ini terbiasa menghadapi bencana alam dengan mendirikan posko, pengumpulan logistik, dan berkumpul. Tapi kali ini untuk pandemi COVID-19, nggak bisa seperti itu," ujar Andre dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Kamis (29/10/2020).

Andre menyebutkan Relawan COVID-19 ini harus bergerak bersama tanpa berkumpul. Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyamakan strategi saat aksi di lapangan.

"Kami melakukan pelatihan secara daring dan melakukan koordinasi sebelum bergerak tanpa berkumpul. Dan ini edukasi dari perubahan perilaku di masa pandemi COVID-19," jelas Andre.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengapresiasi para Relawan COVID-19 yang telah berjuang dalam memutus mata rantai pandemi ini. Dia berharap apa yang telah dikerjakan relawan hingga saat ini dan yang akan datang akan membuat bangsa kian kokoh, kuat, dan tangguh.

"Karena bangsa kita adalah bangsa yang mampu membuktikan dan menunjukkan bisa menangani masalah pandemi COVID-19 dengan baik sehingga terbebas dari masalah krisis ekonomi dan mengurangi risiko," pungkasnya.

Oleh karena itu, dalam menekan penyebaran COVID-19 masyarakat diimbau untuk berpartisipasi dalam menerapkan protokol kesehatan dengan selalu #IngatPesanIbu seperti yang dikampanyekan oleh Satgas COVID-19. Adapun kampanye tersebut mengajak masyarakat untuk menerapkan 3M dengan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak.

(akn/ega)