KSP Dapat Sepeda, Moeldoko Sudah Konsultasi ke Direktur Gratifikasi KPK

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 20:54 WIB
Moeldoko saat menerima donasi 15 sepeda lipat bertema Hari Sumpah Pemuda. Donasi diserahkan CEO PT Roda Maju Bahagia, Hendra dengan CEO  Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta (Dok istimewa)
Moeldoko saat menerima donasi 15 sepeda lipat dari Daniel Mananta. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Sebanyak 15 sepeda lipat dari CEO Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta diberikan kepada kantor kepala staf kepresidenan (KSP), bukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). KSP Moeldoko menyatakan sudah mengkonsultasikan pemberian itu kepada Direktur Gratifikasi KPK, Syarief Hidayat.

Dari hasil konsultasi Moeldoko kepada pihak KPK, sepeda-sepeda tersebut tidak harus dilaporkan jika diberikan kepada KSP sebagai lembaga. Namun, bila sepeda itu ditujukan kepada perseorangan, misalnya Moeldoko, hal tersebut harus dilaporkan kepada KPK.

"Saya sudah konsultasi ke Bapak Syarief Hidayat, Direktur Gratifikasi KPK, gimana? Jangan sampai salah, petunjuk beliau untuk lembaga, kepada kantor nggak gratifikasi tapi (jika) ditujukan ke Moeldoko, atau nama harus segera dilaporkan gratifikasi," ujar Moeldoko dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (28/10/2020).

Moeldoko menegaskan pihaknya taat aturan sehingga tidak akan melanggar ketentuan yang ada. Ia juga menyebut sudah menjelaskan kepada KPK soal peruntukan donasi sepeda-sepeda itu.

"Kami juga tidak mau berbuat salah, semua yang kita lakukan transparan," kata Moeldoko.

"Dan nanti tetap saja akan kami laporkan ke KPK, kami KSP sudah terima sepeda sekian, kita arahkan ke mana, ke Jabar sosialisasi M3, protokol kesehatan, jadi clear ini," sambung mantan Panglima TNI itu.

Sepeda yang dimaksud merupakan tipe Ecosmo 10 Sp Damn yang dibuat khusus dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke-92 pada 28 Oktober. Sepeda buatan dalam negeri itu hasil kolaborasi Daniel sebagai CEO Damn! I Love Indonesia dengan PT Roda Maju Bahagia.

Daniel bersama Direktur Utama PT Roda Maju Bahagia, Hendra menyerahkan 15 sepeda lipat tersebut kepada Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (26/10). Daniel sudah menegaskan 15 sepeda yang diberikannya tersebut ditujukan kepada KSP sebagai lembaga, bukan untuk Jokowi ataupun Moeldoko.

"Sepeda itu untuk KSP, bukan untuk Pak Moeldoko. Pak Moel dikasih 15 sepeda diapain?" ujar Daniel.

"Beritanya sangat simpang siur. Sekali lagi saya tegaskan 15 sepeda ini bukan untuk Bapak Presiden Jokowi yang terhormat," imbuhnya.

Seperti diketahui, sepeda yang diberikan Daniel Mananta kepada Moeldoko menjadi polemik. Sepeda yang awalnya disebut untuk Jokowi itu diminta KPK untuk dilaporkan karena berpotensi sebagai gratifikasi.

"KPK telah berkoordinasi kepada pihak istana terkait informasi penerimaan sepeda lipat edisi khusus Sumpah Pemuda kepada Presiden Joko Widodo melalui KSP. Dan kami mendapat informasi bahwa sampai saat ini sepeda tersebut belum diterima oleh pak Presiden, dan akan dicek lebih lanjut," kata Plt Jubir KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati kepada wartawan, Selasa (27/10).

Ipi mengatakan, jika sepeda lipat itu ditujukan untuk Jokowi, Jokowi diharuskan melaporkan pemberian sepeda paling lambat 30 hari kerja. Nantinya, KPK akan menetapkan sepeda itu apakah menjadi milik negara atau Jokowi.

"Sesuai dengan peraturan perundang-undangan penyampaian laporan penerimaan gratifikasi paling lambat 30 hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima. Selanjutnya, setelah laporan diterima, KPK akan menganalisa dan menetapkan status penerimaan gratifikasi tersebut apakah menjadi milik negara atau milik penerima," ucap Ipi.

(elz/jbr)