Masyarakat-Polri-TNI Bentrok, 1 Warga Tewas

Masyarakat-Polri-TNI Bentrok, 1 Warga Tewas

- detikNews
Sabtu, 21 Jan 2006 02:58 WIB
Jakarta - Perselisihan antara sipil dan militer kembali terjadi di wilayah Papua. Kali ini perselisihan itu tidak tanggung-tanggung. Masyarakat-Polri-TNI bentrok. Akibatnya, 1 anggota masyarakat tewas tertembus timah panas dan 2 lainnya luka-luka.Kejadian ini bermula ketika sekelompok masyarakat desa Gakokebo, Kecamatan Wagete Kabupaten Paniai, Papua bentrok dengan anggota Polsek di Wagete, Jumat (20/1/2006) pukul 07.00 WIT. Keributan bermula dari tindakan dua pemuda Desa Gakokebo yang meminta tanda tangan anggota Tri Pimpinan Kecamatan (Tripika) untuk menarik retribusi ilegal. Para pemuda itu mengatakan, retribusi ditujukan untuk membiayai perbaikan jalan raya setempat. Besarnya retribusi bervariasi, nominalnya disesuaikan dengan jenis kendaraan. Truk dikenakan Rp 100 ribu, mobil dikenakan dua pungutan, Rp 75 ribu dan Rp 50 ribu. Pungutan untuk sepeda motor sebesar Rp 25 ribu.Tidak berhasil mendapat tanda tangan, pemuda itu melakukan pemukulan kepada aparat kepolisian. Setelah melakukan pemukulan, keduanya lari ke pasar. Pihak kepolisian mengejar dan menangkap mereka. Ketika dibawa ke Polsek, sekelompok masyarakat mengikutinya dari belakang. Dalam perjalanan itu, dari pihak yang mengikuti ada yang memukul anggota Polsek. Pada saat itu, ada seorang anggota Yonif 753/Arga Vira Tama sedang berjalan menuju pasar dan melihat kejadian. Mengira anggota Yonif 753 itu bukan tentara, kelompok tadi juga bemaksud mengeroyoknya. Ia kemudian berlari menyelamatkan diri ke markasnya. Pada saat yang sulit itu, terdengar letusan senjata api dari aparat. Belum jelas dari mana asal tembakan itu. Tembakan itu ternyata mengenai warga yang bernama Moses Douw. Akibatnya, Moses tewas setelah mengalami luka tembak pada lengan kanan dan menembus punggung. Korban meninggal dalam perjalanan dari Wagete ke Enarotali untuk mendapatkan pertolongan medis.Selain menewaskan Moses Douw, peluru itu juga melukai Petrus Pikey dari Desa Gakokebo. Seorang lagi yang menderita luka ialah Delina Koutoki, wanita asal Desa Bomuu. Petrus luka rusuk kanan dan Delima pada paha kanan.Jenasah Moses kini disemayamkan di Koramil Enarotali. Sementara kedua korban luka dirawat di rumah sakit umum Nabire. Atas kejadian itu, Kapendam XVII/Trikora Mayor Caj G.T. Situmorang dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Jumat (20/1/2006), mengatakan, pihak Kodam telah mengambil langkah-langkah awal. "Mendampingi pihak kepolisian, aparat Kodim 1705/Paniai, telah melakukan pendekatan kepada keluarga korban dan masyarakat. Pihak Kodim juga telah berkoordinasi dengan unsur Muspida Kabupaten Paniai, agar dampak kejadian itu tidak meluas," ujar Kapendam.Menurutnya, Kodam XVII/Trikora akan segera mengusut kasus ini, sesuai dengan prosedur yang ada. "Pengusutan itu harus dilakukan untuk memastikan apakah benar ada keterlibatan anggota kami dalam peristiwa itu," jelas Kapendam. (ary/)


Berita Terkait