Muhammadiyah Minta Pemerintah dan DPR Tegas Soal Playboy

Muhammadiyah Minta Pemerintah dan DPR Tegas Soal Playboy

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2006 23:00 WIB
Yogyakarta - Pro kontra majalah Playboy versi Indonesia terus bergulir. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta kepada pemerintah dan DPR bertindak tegas untuk menolak terbitnya majalah Play Boy. Alasannya majalah tersebut berpotensi merusak moral bangsa.Hal itu dikatakan oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Dien Syamsuddin kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Di Tiro Yogyakarta, Jumat (20/1/2006)."Saya meminta DPR, Menkominfo, dan KPI jangan tinggal diam soal ini (Playboy-red). Karena ini merupakan gejala liberalisasi moral yang sangat berpotensi dapat menghancurkan moral bangsa Indonesia," kata Dien.Dien menilai majalah itu sarat dengan pornografi, pornoaksi dan cabulisme sehingga jika tidak ditindak tegas berpotensi mendorong timbulnya gejolak masyarakat dari segala lapisan agama. Karena itu dia meminta kepada pihak yang menerbitkan berpikir ulang, mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius dan dipastikan akan menentang kehadiran majalah tersebut.Dia mencurigai ada pesanan pihak tertentu dibalik penerbitan majalah tersebut. Hal itu sebagai upaya untuk memancing reaksi dikalangan umat beragama agar memanas. Oleh karena itu, dirinya meminta semua pihak untuk berbisnis secara wajar dan tidak perlu memancing situasi keruh."Saya sangat haqul yaqin, bila majalah itu terbit, pasti akan ditentang seluruh umat beragama, tidak hanya Islam saja. Namun saya belum sampai menduga ke arah mana pesanan tersebut. Sementara ini hanya murni bisnis karena berasal dari luar negeri," kata Dien.Sebagai pimpinan ormas keagamaan dirinya tidak percaya dengan pihak yang menerbitkan yang menyatakan majalah tersebut tidak akan menampilkan gambar porno yang mengarah pada porno aksi dan cabulisme. Sebab selama ini faktanya adalah majalah itu penuh dengan gambar-gambar yang mengarah pada pornoaksi ataupun pornografi."Namanya saja tetap pakai Play Boy yang merupakan merchandise luar negeri, maka penerbit tetap akan memakai nama itu. Saya yakin tidak berani mengganti namanya. Semua itu hanya dalih, saya tidak yakin dengan alasan mereka," tegas Dien. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads