Polisi Gagalkan Pengiriman TKI Asal Mataram
Jumat, 20 Jan 2006 22:40 WIB
Pekanbaru - Niat hati ingin menjadi TKI di Malaysia dengan iming-iming gaji 500 ringgit per bulan. Belum kesampaian, pihak Poltabes Pekanbaru lebih dulu menggagalkan rencana pemberangkatan 24 TKI asal Mataram.Di kampung halaman tidak lagi menjanjikan lapangan kerja. Hal itu menjadi alasan 24 TKI asal Mataram yang kini, Jumat (20/1/2006) menjalani pemeriksaan di Poltabes Pekanbaru. Sebagian besar mereka tidak membawa KTP dengan alasan mereka akan segera meninggalkan Indonesia.Tenaga kerja asal Mataram ini, sebagian besar usianya masih dibawa 20 tahun. Ketika dilakukan pemeriksaan pihak kepolisian mereka juga tidak bisa menunjukan visa kerjanya. Alasannya, visa kerja mereka ditangan calon bernama Rahman warga Pekanbaru.Informasi yang dihimpung detikcom, para TKI ini tangkap pihak petugas beberapa menit setelah meninggalkan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. TKI yang semuanya lelaki ini, tiba di Pekanbaru dengan menggunakan pesawat lion air pada pukul 12.20 WIB. TKI ini ditangkap petugas di dalam mobil travel NTV yang akan meninggalkan Pekanbaru menuju Dumai sekitar 200 km sebelah utara dari Pekanbaru.Kendati para TKI ini tidak mengantongi visa kerja, kepafa petugas mereka mengaku memiliki semua persyaratan untuk kerja ke Malaysia. Hanya saja, persyaratan kerja itu baru akan diberikan setelah mereka sampai di Dumai. Mereka di kirim ke Malaysia dengan biro jasa tenaga kerja, PT Wira Kartas cabang Mataram. Konon perusahaan ini berpusat di Medan, Sumatera Utara.Salah seoarang TKI, Riyan, kepada detikcom di Poltabes Pekanbaru mengatakan, bahwa mereka dijanjikan PT Wira Karta akan dikerjakan sebagai cleaning service di sejumlah restoran dan hotel di Kuala Lumpur. Riyan yang masih usia 18 tahun berbadan kurus rambut keriting ini, mengaku semua persyaratan kerja sudah mereka persiapkan. Hanya saja persyaratan itu baru akan mereka terima setelah sampai di Dumai."Dari Mataram kami sudah dilengkapi surat-surat. Surat itu dipegang Pak Rahman di Dumai. Tapi kami juga tidak tahu siapa Pak Rahman itu.Tapi pesan persahaan di Mataram, setelah di Dumai, segala persyaratan baru akan diberikan," kata Riyan asal Lombok Barat.Malah Riyan mengaku, seluru teman-temannya yang akan berangkat ke Malaysia ini, sudah membayar ke PT Wira Kartas sebesar Rp5,7 juta sebagai dana pengurusan visa kerja. Para TKI ini membantah jika mereka dianggap TKI ilegal. "Kami berangkat resmi pakai visa kerja. Cuma visa kerja itu dipegang pak Rahman di Dumai," kata Riyan.Seorang TKI lainnya, Sunarno (20) yang juga asal Lombok Barat ini, mengaku bahwa dana pengursan visa senilai Rp5,7 itu mereka bayar lewat dana pinjaman tetangga serta menjual perhiasan milik orang tuanya."Kami berangkat ini atas sepengetahu orang tua kami di Lombok. Kalau kami tidakjadi berangkat, tentulah kami yang rugi. Sebab,kami sudah bayar keperusahaan," kata Sunarno.
(ary/)











































