Pemerintah: 3 WNI Yang Tewas di Timor Leste Bukan Mata-mata
Jumat, 20 Jan 2006 20:54 WIB
Jakarta - Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal menegaskan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang tewas tertembak di perbatasan Timor Leste, bukan mata-mata. Melainkan warga sipil yang berusaha mencari bahan makanan."Mereka tidak membawa senjata. Menurut informasi yang kami terima, mereka bawa kail. Jadi tujuannya lebih mata pencaharian. Walau pun mereka berada di wilayah Timor Leste," kata Dino malam ini di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (20/1/2006). Pernyataan di atas menanggapi digunakannya istilah infiltrator oleh Sekjen PBB Kofie Annan terhadap tiga orang warga NTT yang tewas ditembak polisi perbatasan Timor Leste. Insiden pada 6 Januari 2006 itu juga disebut sebagai kasus penyusupan terparah di sana selama setahun terakhir.Menurut Dino, istilah infiltrator bisa diartikan dalam banyak cara. Ia tidak membantah bila diartikan sebagai orang yang melintasi perbatasan, karena secara faktual ketiga WNI itu berada di wilayah Timor Leste."Tapi kalau konotasinya negatif bahwa mereka melakukan kegiatan mata-mata, atau kegiatan yang terkait dengan keamanan, mungkin kurang tepat," ujar Dino. Lebih lanjut, ditegaskannya Pemerintah RI masih menunggu hasil penyidikan dari tim gabungan dengan Timor Leste. Saat ini delapan orang anggota Polri dan dua orang dari Departemen Luar Negeri tengah bekerja di Timor. "Saya yakin dalam waktu tidak terlalu lama. Saksi-saksinya kan juga sudah ada, akan bisa dicapai penjelasan sebenarnya terhadap kejadian itu," imbuhnya.
(ary/)











































