Room to Read Berbagi Teknik 'Show, Don't Tell' Penulisan Buku Anak

Content Promotion - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 13:46 WIB
Room to Read dan ProVisi Education mengadakan pelatihan daring penulisan buku cerita anak dengan tema Writing Children Storybooks 101: Show, Dont Tell.
Foto: Room to Read
Jakarta -

Room to Read dan ProVisi Education mengadakan pelatihan daring penulisan buku cerita anak dengan tema 'Writing Children Storybooks 101: Show, Don't Tell'. Pelatihan tersebut mendatangkan QRM Manager of Book Publishing Southeast Room to Read Asia Alfredo Santos, serta penulis dan editor Yayasan Litara Sofie Dewayani sebagai pemateri.

Para pembicara dalam pelatihan yang berlangsung Senin (26/10), berbagi arti dan pentingnya penerapan konsep 'show, don't tell' dalam penulisan buku anak berkualitas.

Sofie Dewayani menyampaikan showing, not telling terkait dengan kemampuan deskripsi yang merupakan kecakapan penting pada abad 21. Penggunaan kosakata yang kaya, baik dalam bahasa lisan, bahasa tulis, maupun bahasa visual menentukan keterampilan komunikasi praktis anak.

"Penulis sebaiknya berpikir bahwa bukan hanya ia yang menyampaikan cerita," katanya. "Ia berbagi porsi dengan illustrator," kata Sofie dikutip keterangan tertulis, Rabu (28/10/2020).

Sofie berbagi tips cara menghindari konsep 'telling' dalam penulisan cerita, di antaranya yaitu dengan mengaktifkan pengalaman sensori pembaca dan menghindari terlalu banyak adjektiva dan adverbial.

Alfredo Santos, yang akrab dipanggil Al, menyajikan materi 'Show Don't Tell: Creating Engaging Action in Narrative Structure'. Ia mendorong kreator buku anak untuk membuat cerita yang mampu membuat para pembaca menjelajahi, menemukan, atau mempelajari pesan cerita sendiri.

"Hindari penggunaan dialog-dialog panjang yang menjadikan cerita 'over-explaining'," ungkapnya.

"Kisah yang naratif dapat lebih melibatkan pembaca, pembaca lebih belajar dan memahami makna cerita dengan lebih mendalam," lanjut Al.

Pelatihan daring diselenggarakan dengan dukungan Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan menggunakan Webex Direktorat SD. Hampir 600 peserta yang terdiri dari penulis dan ilustrator buku anak, guru, kepala sekolah, dan pustakawan, serta penggiat literasi mendaftarkan diri dan terlibat dalam diskusi aktif bersama para pemateri.

Project Manager Room to Read ProVisi Education Chatarina Trihastuti mengatakan kegiatan pelatihan daring ini merupakan salah satu inisiatif Room to Read dan ProVisi Education untuk mendukung para kreator buku anak dalam mengembangkan buku cerita untuk anak-anak Indonesia. Dengan dukungan dari Google.org, Room to Read telah mengembangkan pelantar digital literacycloud.org yang menyediakan 220 buku cerita bergambar yang dibuat oleh para penulis dan ilustrator dengan dukungan mitra penerbit dari Indonesia.

Dalam literacycloud.org, para kreator buku anak juga dapat menemukan video-video pembelajaran yang dapat mendukung mereka mengembangkan buku anak yang berkualitas.

(ads/ads)