Soal Sumbangan Sepeda, PPP: Jokowi Selalu Lapor KPK Apa yang Diterimanya

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 12:27 WIB
Moeldoko saat menerima donasi 15 sepeda lipat bertema Hari Sumpah Pemuda. Donasi diserahkan CEO PT Roda Maju Bahagia, Hendra dengan CEO  Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta (Dok istimewa)
Moeldoko saat menerima donasi 15 sepeda lipat dari Daniel Mananta untuk Jokowi. (Dok Istimewa)
Jakarta -

Sekjen PPP Arsul Sani angkat bicara terkait pemberian sepeda lipat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Arsul yakin Jokowi tidak akan melanggar aturan mengenai gratifikasi.

"Saya yakin Presiden tidak akan pernah melanggar aturan tentang gratifikasi, karena beliau selalu laporkan semua cendera mata yang diberikan kepada KPK," kata Arsul kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).

Arsul yakin Jokowi akan melaporkan pemberian sepeda lipat dari artis Daniel Mananta tersebut. Ia menyebut Jokowi memiliki waktu 30 hari untuk melaporkan sepeda itu.

"Presiden Jokowi selalu melaporkan kepada KPK apa yang diterimanya dari siapapun selama ini. Jadi kalau pun ada pemberian sepeda lipat khusus dalam rangka hari sumpah pemuda maka tentu Presiden akan melaporkannya kepada KPK segera. Kan aturan perundang-undangannya memberi waktu 30 hari. Jadi ya nggak usah dibikin isu pada saat ini," ungkap Arsul.

Anggota Komisi III DPR RI ini pun mengatakan KPK yang dapat menentukan status dari pemberian tersebut. Arsul mengatakan KPK akan menilai apakah sepeda itu dapat diterima Jokowi atau menjadi milik negara.

"Gratifikasi itu sendiri kan statusnya nanti yang menentukan KPK, apakah bisa dimiliki yang menerima atau harus diserahkan kepada negara," tutur Wakil Ketua MPR ini.

Arsul SaniArsul Sani (Ari Saputra/detikcom)

Sebagai informasi, dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Topikor) menjelaskan tentang pengaturan terkait gratifikasi. Dalam Pasal 12C dituliskan penerima memiliki waktu 30 hari untuk melaporkan sebuah pemberian.

"Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilakukan oleh penerima gratifikasi paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima," tulis ayat kedua dari Pasal 12C.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mendapat sepeda lipat dari artis Daniel Mananta. KPK mengimbau Jokowi segera melaporkan sepeda lipat pemberian Daniel itu.

Daniel memberikan sepeda lipat itu kepada Jokowi melalui Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (26/10) kemarin. Sepeda lipat itu tipe Ecosmo 10 Sp Damn, dibuat khusus dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke-92 pada 28 Oktober.

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pun akan melaporkan penyerahan sepeda itu ke KPK. Kepala Sekretariat KSP Yan Adikusuma mengatakan sepeda lipat itu masih berada di KSP. Sepeda tersebut belum diserahkan kepada pihak Istana Kepresidenan.

"Kemarin, sesuai instruksi Kepala Staf Kepresidenan, Pak Moeldoko, barang-barang tersebut akan kami laporkan ke KPK untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Yan dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).

(hel/elz)