Ibu Hamil di Mamuju Tewas Akibat Gempa M 5,3, Korban Terjatuh karena Panik

Abdy Febriady - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 10:52 WIB
Rumah duka Riska (26), ibu hamil 9 bulan yang meninggal dunia akibat gempa Mamuju (Abdy-detikcom).
Rumah duka Riska (26), ibu hamil 9 bulan yang meninggal dunia akibat gempa Mamuju. (Abdy/detikcom)
Mamuju -

Seorang wanita yang tengah hamil 9 bulan Riska (26) meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,3 yang mengguncang Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada dini hari tadi. Riska terjatuh karena panik saat gempa.

"Waktu gempa dia (Riska) teriak, pas sampai depan pintu, lampu mati. Dia keluar, setelah itu tergeletak karena di luar masih gelap," kata suami Riska, Budirmanto, saat ditemui wartawan di rumah duka di Mamuju, Sulbar, Rabu (28/10/2020).

Menurut Budirmanto, Riska berusaha ke luar rumah saat gempa terjadi karena khawatir ada gempa susulan terjadi. Namun saat berupaya membuka kunci pintu dapur rumahnya, lampu tiba-tiba padam sehingga Riska kesulitan melihat lantaran kondisi masih gelap gulita. Karena panik, korban memaksa keluar dari rumah, membuatnya terjatuh hingga mengalami pendarahan hebat.

Oleh warga, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, tapi nyawanya tidak tertolong. Pun demikian bayi dalam kandungannya.

"Sempat teriak minta tolong, orang langsung berkumpul. Sempat dibawa ke rumah sakit karena jatuh," terang Budirmanto, sambil menggendong salah satu anaknya yang masih berusia belia.

Sebelumnya diberitakan, gempa dengan magnitudo (M) 5,3 terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar. Sejumlah rumah rusak akibat gempa itu.

Dilansir Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima laporan mengenai kerusakan beberapa rumah warga di Desa Kampung Baru, Los Pasar, Mamuju Tengah, akibat gempa tersebut, yang episenternya berada di darat pada kedalaman 10 km di 24 km arah barat daya Kabupaten Mamuju Tengah. Gempa terjadi pada Rabu (28/10) pukul 02.43 WIB.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust).

Sesar Naik Mamuju merupakan sumber gempa potensial yang patut diwaspadai di Mamuju karena memiliki magnitudo tertarget 7,0 dengan laju geser 0,2 mm per tahun.

(nvl/nvl)