Sumpah Pemuda, 6.653 Pendaki Padati Gunung Bawakaraeng di Sulsel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 10:28 WIB
DOK. ISTIMEWA/ kaki gunung Bawakaraeng
Foto untuk ilustrasi (DOK. ISTIMEWA/ kaki gunung Bawakaraeng).
Gowa -

Gunung Bawakaraeng di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipadati pendaki saat peringatan Hari Sumpah Pemuda. Total 6.653 pendaki sudah berada di wilayah Gunung Bawakaraeng.

SAR Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatat 6.653 pendaki itu tersebar di beberapa titik mulai kaki gunung di wilayah hutan pinus Lembanna atau biasa disebut Lembah Ramma hingga Puncak Gunung Bawakaraeng. Jumlah pendaki tersebut disebut masih dalam batas normal.

"Untuk jumlah pendaki yang teregistrasi ke puncak Bawakaraeng 1. 068 pendaki," kata Kepala Operasi SAR Universitas Hasanuddin (Unhas), Kusnan kepada detikcom, Rabu (28/10/2020).

Dia mengatakan, selain gunung Bawakaraeng, adapula pendaki yang memilih ke kaki gunung Bawakaraeng, yakni di hutan pinus Lembanna, atau juga ke Lembah Ramma. Total seluruh pendaki dilaporkan mencapai 6.653 orang.

"Total 6.653 orang dengan rincian puncak Bawakaraeng 1.068 orang, Ramma 2.925 orang, serta hutan Pinus Lembanna 2.660 orang," katanya.

Para pendaki tersebut dilaporkan mulai berdatangan dua hari sebelumnya, yakni sejak Senin (26/10). Para pendaki didominasi kaum muda.

"Banyakan mahasiswa sama pelajar," beber Kusnan.

Sementara itu, Kapolsek Tinggi Moncong Iptu Hasan Fadhlyh mengatakan, jumlah pendaki tersebut sebenarnya bisa mencapai 7.000 orang lebih lantaran ada 1000-an pendaki yang mengarah ke danau Tanralili. Namun dia memastikan angka-angka tersebut masih dalam batas normal.

"Angka 7000-an pendaki tersebut masih normal karena jika dilihat dari sudut pandang protokol kesehatan tak berdesak-desakan," kata Iptu Hasan saat dimintai konfirmasi terpisah.

Berkaca pada momen perayaan HUT RI 17 Agustus lalu, jumlah pendaki mencapai 15 ribu orang.

Diketahui, jumlah pendaki pada momen sumpah pemuda dari tahun-tahun sebelum 2020 memang tidak sebanyak pada momen 17 Agustus.

"Memang minat pendaki itu selalu lebih banyak dibanding momen perayaan HUT RI 17 Agustus," katanya.

Meski demikian, sekitar 100-an personel SAR gabungan disiagakan di lokasi untuk memberi respons pertolongan pertama terhadap para pendaki yang memiliki masalah kesehatan dan sebagainya. SAR gabungan tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, SAR mahasiswa.

(nvl/nvl)