Pandemi Mendorong Transformasi KAI Menjadi Lebih Adaptif

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 10:09 WIB
KAI
Foto: Dok. KAI
Jakarta -

Kinerja sektor transportasi menurun signifikan akibat adanya pembatasan perjalanan di masa pandemi COVID-19. Di bidang perkeretaapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) hanya bisa menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas normal.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartyanto mengatakan situasi pandemi tidak lantas mengendurkan semangat insan KAI. Situasi penuh tantangan ini, kata dia, malah menjadi momentum bagi KAI untuk bertransformasi menjadi lebih baik.

Transformasi tersebut, jelas Didiek, didukung penerapan nilai 'AKHLAK', yakni Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Selain itu, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-75, KAI meluncurkan logo baru yang memiliki makna sebagai semangat baru bagi KAI dalam melayani dan memacu KAI untuk terus berkembang.

"Semangat dan energi baru yang muncul dari logo ini, akan memacu seluruh insan KAI untuk terus berinovasi dalam menghadirkan berbagai peningkatan pelayanan bagi para pelanggan," ungkap Didiek dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2020).

Logo baru KAI terinspirasi dari bentuk rel kereta yang digambarkan dengan garis menyambung diagonal ke atas pada huruf A. Desain tersebut menggambarkan KAI harus terus maju dan menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik yang terintegrasi, terpercaya, bersinergi, dan kelak dapat menghubungkan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Penggunaan typeface italic yang dinamis dan modifikasi pada huruf A menggambarkan karakter KAI yaitu progresif, berpikiran terbuka, dan terpercaya. Desain huruf yang tegas dengan kombinasi warna biru tua dan oranye mencerminkan hubungan yang harmonis dan kompeten antara KAI dan seluruh pemangku kepentingan.

Adapun warna biru tua mengandung filosofi stabilitas, profesionalisme, amanah, dan kepercayaan diri. Sementara itu warna oranye menunjukkan antusiasme, kreativitas, tekad, kesuksesan, dan kebahagiaan.

Didiek menambahkan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci penting dalam transformasi KAI. Oleh karena itu, KAI mengutamakan transformasi nilai-nilai perusahaan di setiap individu SDM-nya.

"Transformasi KAI tidak terlepas dari pembaruan kualitas SDM secara keseluruhan. Sebelum ini, KAI telah berhasil bertransformasi dan akar dari kemajuan pelayanan KAI ada di perubahan mindset SDM-nya. Oleh karena itu, meski di tengah tantangan pandemi, KAI tetap menempa SDM-nya dengan berbagai nilai, ilmu dan wawasan baik hardskill dan softskill sebagai bekal untuk tetap dapat melakukan pelayanan prima," imbuh Didiek.

Salah satu upaya KAI menempa kualitas SDM, papar Didiek, yakni dengan menggelar webinar untuk seluruh pegawai secara intensif. Berbagai pendidikan dan pelatihan serta pembinaan dan sosialisasi budaya perusahaan juga tetap dilakukan secara daring jika tidak memungkinkan dilakukan secara tatap muka. Sementara itu, Didiek mengatakan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang memungkinkan berlangsung secara tatap muka dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selama Januari hingga September 2020, KAI telah menyelenggarakan 41 diklat dalam berbagai bidang. Selain itu, sepanjang Juni sampai Oktober 2020, KAI sudah menyelenggarakan 15 webinar untuk pegawai dengan berbagai bidang dan tema seperti keuangan, marketing, kesehatan, IT, kepemimpinan, memanfaatkan peluang di tengah pandemik, dan lain sebagainya.

Didiek mengungkapkan KAI memanfaatkan teknologi informasi sebaik mungkin dalam menempa SDM agar mampu beradaptasi terhadap perubahan. Terlebih 67% atau sebanyak 18.571 orang dari SDM KAI yang per 30 September 2020 berjumlah total 27.812 orang merupakan generasi milenial yang dikenal antusias menghadapi perkembangan dan perubahan zaman.

Di samping memberikan pembekalan ilmu, keterampilan, dan peningkatan kompetensi, KAI juga memantau kinerja setiap karyawan dengan tetap memberikan ruang dan kesempatan bagi SDM KAI untuk berinovasi dan berkarya. KAI melalui Unit Quality Assurance dan Good Corporate Governance (GCG) membuat berbagai program untuk mewujudkannya. Salah satu program unggulannya yakni Innovation and Improvement Award (IIA).

IIA merupakan ajang penghargaan atas inovasi dan/atau improvement yang telah dilakukan oleh karyawan dan telah terbukti memberikan kontribusi positif bagi perusahaan, di antaranya dalam hal efisiensi biaya atau peningkatan pendapatan.

Hingga tahun 2020, KAI telah melaksanakan IIA yang ke-9 dari sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012. Sebanyak 476 karya inovasi dan/atau improvement sudah terdaftar selama pelaksanaan IIA. Ajang IIA diikuti oleh pegawai dengan jabatan paling tinggi setingkat Junior Manager yang jika ditelaah data menunjukkan 80% peserta IIA adalah generasi milenial.

Setiap tahunnya, KAI juga mengikutsertakan karya inovasi pemenang IIA pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN), sebuah ajang kompetisi dan eksibisi karya inovasi skala nasional yang diikuti oleh perusahaan BUMN, perusahaan swasta, instansi pemerintah, dan lembaga lainnya.

Selain itu, KAI juga ikut serta dalam BUMN Millenial Innovation Summit 2020 yang diikuti perusahaan BUMN dengan jumlah kurang lebih 14 ribu inovasi pemuda. Ada tiga kategori yang diselenggarakan dalam kompetisi ini, antara lain Business Strategy, Technology Breakthrough, dan Social Innovation.

KAI juga memberikan apresiasi reward kepada pegawai yang memiliki inovasi dan improvement yang berdampak positif bagi perusahaan, di antaranya berupa sertifikat yang diakui sebagai prestasi pegawai dan uang pembinaan bagi seluruh inovator.

Agar selalu relevan dengan perkembangan yang ada, KAI juga melakukan benchmark ke perusahaan lain yang lebih maju dan berkembang baik dalam bidang bisnis yang sama maupun berbeda. KAI juga menyediakan media penyalur aspirasi ide inovasi melalui portal eoffice perusahaan.

KAI rutin melakukan survei kepuasan dan keluhan pelanggan untuk mendapatkan masukan atas jasa yang diberikan. Hasil survei menjadi acuan untuk perbaikan sehingga pelayanan KAI terus ditingkatkan.

"Berbagai upaya KAI untuk mempersiapkan SDM yang unggul diharapkan berkontribusi besar dalam memajukan perkeretaapian nasional khususnya di tatanan kehidupan yang baru saat ini. Para generasi muda KAI diharapkan bisa bersinergi dan Bersatu menggerakkan perubahan dan kemajuan sesuai dengan tema Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2020 ini yakni Bersatu dan Bangkit. Insan KAI diharapkan menjadi pembawa semangat bagi sekitarnya khususnya di tengah tantangan global saat ini," urai Didiek.

(akn/ega)