Monorel Ditender Ulang Bila JM Gagal Financial Closing

Monorel Ditender Ulang Bila JM Gagal Financial Closing

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2006 18:30 WIB
Jakarta - Pembangunan monorel sejak 2004 lalu belum menampakkan kemajuan yang berarti. Terbaru, jika PT Jakarta Monorail (JM), konsorsium pembangun monorel saat ini tidak bisa melaksanakan financial closing pada 31 Januari 2006, maka tender ulang pun dibuka."Kita buka lagi lelang siapa yang sanggup," kata Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2006). Ketika ditanyakan apakah tender ulang itu untuk menggantikan PT JM, Sutiyoso mengatakan, "Iya, kalau sejauh mungkin kan mempertahankan PT JM, tapi kan ada deadlinenya."Meski ada tender ulang, Sutiyoso yakin proyek monorel tetap akan jalan sesuai target. "Ya paling tidak green line selesai pada akhir tahun 2007," ujar eks Pangdam Jaya ini. Bila pembangunan monorel dilakukan konsorsium baru, pembangunan monorel yang sudah terlanjur dilakukan di Jalan HR Rasuna Said tetap akan diteruskan agar pembangunan tiang pancang yang terlanjur dibangun di jalan tersebut tidak akan mubazir. Artinya bisa digunakan oleh konsorsium lain.Sutiyoso tidak mempermasalahkan pergantian konsorsium baru asalkan perusahaan yang akan membangun monorel nantinya menawarkan harga yang paling murah. Sebab hal ini dapat berdampak pada harga tiket yang dijual bila monorel beroperasi dapat dijangkau oleh masyarakat. Dalam kesempatan itu Sutiyoso mempertanyakan konsorsium PT Maglev Indonesia yang tiba-tiba menurunkan nilai investasi dari US$ 800 juta menjadi US$ 600 juta."Apa serius dari US$ 800 juta tiba-tiba menjadi US$ 600 juta. Itu itungannya darimana, jangan asal bonek aja," tegas Sutiyoso.Sekadar diketahui, Pemprov DKI Jakarta akan membangun monorel dalam dua jalur yakni jalur green line sepanjang 14,3 kilometer untuk jalur padat penumpang. Daerah yang dilewati antara lain Kampung Melayu, Casablanca, Tanah Abang, Haji Sabei, Jatibaru, Cideng, dan Roxy. Sedangkan jalur satunya adalah jalur blue line sepanjang 13,5 kilometer yang untuk jalur yang jarang penumpang antara lain melewati jalan Rasuna Said, Gatot Seobroto, Sudirman, Senayan, DPR/MPR, S Parman, Kiapang, Pejompongan, dan Dukuh Atas.Awal pekan ini, konsorsium PT Maglev Indonesia menawarkan untuk membangun monorel, menggantikan PT JM. PT Maglev siap mengucurkan dana US$ 600 juta, angka yang sama komitmen yang dijanjikan PT JM. PT Maglev akan menggunakan teknologi monorel generasi ketiga, sedangkan PT JM generasi kedua. (san/)


Berita Terkait