Jadi Tuan Rumah KTT G20, Arab Saudi Bicara Visi 2030

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 22:22 WIB
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Bin Ahmed Bin Abed Al-Thaqafi (Dok Istimewa)
Foto: Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Bin Ahmed Bin Abed Al-Thaqafi (Dok Istimewa)
Jakarta -

Arab Saudi akan menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 bulan depan. KTT G20 akan diselenggarakan secara virtual dan dihadiri pemimpin negara anggota G20.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Bin Ahmed Bin Abed Al-Thaqafi mengatakan, Kerajaan Arab Saudi telah memainkan peran penting di Timur Tengah dan dunia secara umum dalam stabilisasi ekonomi global, disamping stabilitas politik dan keamanan. Visi 2030 Arab Saudi berkaitan erat dengan esensi dari tujuan G20.

"Visi 2030 Arab Saudi sangat berkaitan erat dengan esensi dari tujuan G20 dalam hal perhatiannya pada stabilitas ekonomi, pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, peningkatan sumber daya manusia, dan peningkatan arus perdagangan dan investasi," kata Dubes Essam dalam pernyataannya di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

KTT G20 akan diselenggarakan secara virtual yang diketuai oleh Kerajaan Arab Saudi, pada tanggal 21-22 November 2020 yang akan diikuti pula oleh sejumlah organisasi internasional dan regional. Tema yang diangkat adalah 'Mewujudkan peluang abad 21 untuk semua'.

"Sejalan dengan pendekatan ini, kami akan melanjutkan capaian G20 yang telah menunjukkan kemampuannya untuk memberikan pemikiran prespektif jangka panjang dalam menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang masa depan yang gemilang, menangani secara efektif berbagai masalah, mendesak serta memastikan inklusivitas," ujar Dubes Essam.

Dubes Essam menerangkan, KTT G20 bulan depan merupakan kesempatan bersama untuk mengembangkan kerja sama ke tingkat yang lebih prospektif.

"Kerajaan Arab Saudi, senantiasa bekerja dengan para anggota negara-negara G20 dalam konteks visi 2030 melalui saling tukar menukar pengalaman, meningkatkan kerja sama dengan tujuan untuk mencari solusi berkaitan dengan masalah-masalah krusial abad ke-21 ini," terang Dubes Essam.

(dkp/isa)