Senin Dikunjungi SBY, Depkeu Lapangan Banteng Diancam Bom

Senin Dikunjungi SBY, Depkeu Lapangan Banteng Diancam Bom

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2006 18:09 WIB
Jakarta - Gedung Depkeu di Lapangan Banteng diancam bom. Padahal Senin mendatang 23 Januari, Depkeu yang menempati gedung peninggalan Belanda itu akan dikunjungi Presiden SBY. Ada kaitannya?Ancaman bom dilakukan melalui telepon sebanyak dua kali. Teror pertama dilancarkan pukul 15.00 WIB, Jumat (20/1/2006).Saat itu staf sekretaris Dirjen Anggaran Syamsul Huda yang berkantor di Gedung Ditjen Anggaran, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta, mendengar dering telepon. Setelah beberapa kali terdengar, ia lalu menyambar gagang telepon.Saat itu dari seberang terdengar suara laki-laki. Dengan santai laki-laki misterius itu mengatakan bahwa gedung tersebut sudah dipasangi bom. "Sebentar lagi meledak," tutur Syamsul saat menceritakan kejadian itu kepada wartawan.Setelah mendapat ancaman bom, Syamsul langsung memberitahukan kepada atasannya bahwa gedung tersebut diancam bom. Ia juga langsung memberitahu pihak keamanan gedung. "Tapi karyawan-karyawan tidak diberitahu karena ancaman itu kita nilai belum tentu benar," katanya.Namun selang 30 menit setelah telepon yang diterimanya, di gedung yang sama di lantai 4 pada pukul 15.30 WIB, staf sekretaris Direktur Pengelolaan Kas Negara, Lucky, juga menerima ancaman bom.Depkeu langsung mengontak kepolisian Sawah Besar. Sekitar pukul 17.00 WIB, pihak keamanan dari Polsek Sawah Besar yang terdiri dari 10 personel melakukan penyisiran kasar di lantai 2 dan lantai 4 tempat ancaman bom itu dilancarkan.Petugas polisi saat ini masih menunggu pihak yang lebih berwenang seperti Gegana untuk menindaklanjuti teror bom ini.Depkeu sendiri kini tengah bersiap-siap menyambut kedatangan Presiden SBY. Rencananya SBY akan berkunjung Senin pekan depan. Belum diketahui, apakah ancaman tersebut ada kaitannya atau hanya sekadar menakut-nakuti. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini