Sekjen PBNU: Pernyataan Macron Sangat Tendensius, Gelorakan Islamophobia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 21:06 WIB
Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini
Sekjen PBNU Helmy Faishal (Foto: Jefrie Nandy/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini, menyayangkan pernyataan tendensius Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam. Dia menilai pernyataan tersebut menggelorakan ketakutan terhadap agama Islam.

"Sangat menyayangkan pernyataan dan sikap Presiden Emmanual Macron yang menyatakan bahwa Islam merupakan agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia," kata Helmy dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

Helmy menyebut pernyataan Macron bisa menggelorakan Islamophobia atau ketakutan kepada agama Islam. Selain itu pernyataan tersebut bisa berdampak pada perdamaian dunia.

"Pernyataan ini sangat tendensius, menggelorakan Islamophobia dan memiliki dampak besar terhadap perdamaian dunia," ucapnya.

Selain itu, Helmy menegaskan agama Islam itu rahmatan lil alamin yang artinya agama Islam pembawa perdamaian dan mengusung kasih sayang. Dia menegaskan radikalisme dan ekstremisme tidak identik dengan suatu agama.

"Radikalisme dan juga ekstremisme tidak memiliki agama. Ia bisa dimiliki oleh pribadi beragama apapun saja. Maka, menggelorakan propaganda bahwa Islam merupakan agama radikalis dan ekstremis, jauh sekali dengan kebenaran dan fakta yang ada," ujarnya.

Helmy pun meminta agar seluruh umat terutama warga NU untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Dia juga mendorong agar pemerintah Indonesia melakukan langkah diplomatik terkait hal tersebut.

"Meminta kepada segenap umat Islam dan warga NU untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi. Kami mendorong pemerintah untuk aktif melakukan langkah diplomatik guna mencari solusi terbaik untuk menyikapi keadaan ini," imbuhnya.

Sebelumnya pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang akan membiarkan penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW. Kecaman pemerintah terhadap sikap Macron disampaikan langsung kepada Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia.

"Pertama, Kemlu telah memanggil Duta Besar Prancis pada hari ini. Kedua, dalam pertemuan tersebut Kemlu menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam," kata Juru Bicar (Jubir) Kemlu Teuku Faizasyah kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Pemanggilan terhadap Dubes Prancis untuk RI, Olivier Chambard dilakukan sore tadi. Namun demikian, menurut Faizasyah, Olivier belum memberikan respons terhadap kecaman Indonesia.

(maa/imk)