Ada Sekolah di 19 Provinsi Belum Terima Bantuan Kuota, Ini Kata Kemdikbud

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 19:09 WIB
Ilustrasi belajar online
Ilustrasi Belajar Jarak Jauh (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menerima laporan terkait adanya sekolah yang belum menerima program bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di 19 provinsi. Kemendikbud menyebut kemungkinan ada yang belum menerima kuota karena data yang disampaikan tidak akurat.

"Bagi mahasiswa, siswa, guru, maupun dosen yang belum mendapat bantuan kuota meskipun sudah mendaftarkan, kemungkinan karena SPTJM belum sempurna atau data ponsel tidak akurat sehingga dikembalikan ke satuan pendidikan," kata Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud, M. Hasan Chabibie, saat dihubungi, Selasa (27/10/2020).

Selain itu Kemdikbud akan terus memperbaiki data dan meminta pihak sekolah mengisi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (STJM) dan mengisi nomor ponsel siswa dan guru yang didata. Sementara itu akurasi data merupakan tanggungjawab sekolah.

"Akurasi data merupakan tanggung jawab kepala satuan pendidikan dan SPTJM merupakan salah satu mekanisme untuk memastikan akurasi dan tanggung jawab tersebut," ujarnya.

"Koordinasi dengan seluruh pihak terkait senantiasa dilaksanakan untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik," tuturnya.

Sebelumnya, Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menerima laporan terkait adanya sekolah yang belum menerima program bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di 19 provinsi. Adapun sekolah yang belum menerima bantuan kuota internet itu dari berbagai jenjang di 19 provinsi tersebut.

"Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) kembali menerima informasi dan laporan terkait sekolah-sekolah yang belum kunjung mendapatkan bantuan kuota internet dari Kemdikbud, untuk periode bulan pertama September," ujar Koordinator P2G, Satriawan Salim, dalam keterangannya, (27/10/2020).

Adapun 19 provinsi yang sekolahnya masih belum menerima bantuan kuota tersebar di Aceh hingga Kalimantan Utara. Sekolah tersebut belum mendapatkan bantuan kuota internet pada September.

"Kami menerima laporan dari para guru jaringan P2G yang tersebar dari 19 provinsi: Aceh, Sumbar, Kepri, Riau, Sumsel, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTT, Sulut, Sultra, Sulsel, Kaltim, Kalteng, Kalbar, dan Kaltara. Bahwa para siswa dan guru belum dapat bantuan kuota internet bulan September," kata Satriawan.

(yld/imk)