Polri Ungkap Motif Gus Nur di Kasus Ujaran Kebencian: NU Beda dari yang Dulu

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 17:45 WIB
Karopenmas Divis Humas Polri Brigjen Awi Setiyono
Foto: Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono (dok Divisi Humas Polri)
Jakarta -

Polri menyampaikan motif tersangka Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur diduga menghina Nahdlatul Ulama (NU) karena dia peduli terhadap NU. Gus Nur menyebut, NU sudah mengalami perubahan.

"Untuk tersangka SN motif sudah kita dapatkan yaitu yang bersangkutan mengunggah atau melakukan, membuat konten tersebut yaitu karena menyampaikan unggahan di YouTube merupakan bukti nyata bahwa yang bersangkutan perduli terhadap NU," kata Karopenmas Divisi Humas Poli Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2020).

"Yang bersangkutan rasakan bahwasannya NU sekarang dan NU yang dulu sudah berbeda. Ini motif yang kita dapatkan," lanjutnya.

Awi menuturkan, sampai dengan saat ini sudah ada empat orang saksi yang diperiksa. Tidak menutup kemungkinan, polisi akan memeriksa beberapa saksi lainnya.

"Ada 4 saksi termasuk pelapor, kemudian dua saksi ahli. Ini masih berjalan. Tidak menutup kemungkinan saksi yang lain atau orang yang terlibat dalam pembuatan itu yang mengunggah, yang edit yang men-shooting, semua, termasuk yang wawancara, semua akan kita panggil, kita tunggu saja," tuturnya.

Gus Nur sebelumnya diduga menyebarkan ujaran kebencian dengan menghina NU lewat video di channel YouTube. Video itu tayang dalam akun YouTube MUNJIAT Channel. Dalam video tersebut Gus Nur tampak sedang berbincang dengan Refly Harun. Video itu diunggah pada 16 Oktober 2020.

Pada menit 3.45, Gus Nur kemudian menyampaikan pendapatnya soal kondisi NU saat ini. Menurut Gus Nur, NU saat ini tidak seperti NU yang dulu.

"Sebelum rezim ini, kemana jalan dikawal Banser. Saya adem ayem sama NU. Ndak pernah ada masalah. Nah, tapi setelah rezim ini lahir tiba-tiba 180 derajat itu berubah," ujarnya dalam video itu.

"Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Sopirnya mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga," lanjutnya.

Gus Nur lantas menyebut sejumlah nama. Dia menyebut nama pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

"Jadi saya kok pusing dengerin di bus yang namanya NU ini. Ya tadi itu, bisa jadi keneknya Abu Janda. Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut. Dan sopirnya KH Aqil Siradj. Penumpangnya liberal, sekuler, PKI di situ numpuk," ungkapnya.

(aik/aik)