Istana Ungkap Hacker Negara Lain Sempat Coba Retas Upacara HUT ke-75 RI

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 15:58 WIB
Upacara Peringatan HUT Ke-75 RI di Istana
Upacara HUT ke-75 RI (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Upacara HUT ke-75 RI yang digelar secara virtual pada 17 Agustus lalu rupanya sempat diserang hacker. Tak main-main, hacker yang menyerang berasal dari negara lain.

Hal itu disampaikan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono. Heru mengungkapkan serangan siber itu dalam Webinar 'Sekretariat Presiden Menyapa' yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/10/2020).

Heru mulanya bicara mengenai kerumitan saat menggelar acara HUT ke-75 RI lalu. Mengingat selain digelar secara offline, acara pada 17 Agustus tersebut juga digelar secara offline.

"Ya dobel (keribetannya), terutama kita, pertama kita kan harus membuat undangan online. Terus berikutnya kita harus mengecek dan kita juga harus menjaga agar di udara itu tidak ada yang menghack," ujar Heru.

Heru mengungkapkan, menggelar acara kenegaraan secara virtual memiliki tantangan tersendiri dibandingkan secara offline. Tantangan tersebut salah satunya mengantisipasi serangan siber yang mencoba menyerang siaran tersebut.

"Ya kan, kalau kita offline sudah dicek fisik boleh masuk ke istana. Tapi ketika di udara kita harus menjaga dari hacker-hacker. Karena itu kita ada tim sendiri, kita libatkan tim penegak hukum untuk hadir menyisir sebelum masuk ke channel kita, mereka sudah dipagerin, dicek kembali," paparnya.

Heru kemudian menceritakan bahwa pada 17 Agustus lalu, sempat ada hacker yang mencoba menyerang siaran peringatan HUT Kemerdekaan RI itu. Namun, dia enggan menjelaskan, dari mana hacker tersebut berasal.

"Bahkan ketika 17 Agustus juga ada, saya nggak sebutkan negaranya ya, ada dari negara tertentu mencoba menghack," ungkap Heru.

Heru tak menjelaskan, serangan macam apa yang coba dilayangkan sang hacker. Namun, dia memastikan, serangan itu dapat diatasi oleh tim siber yang ada sehingga peringatan 17 Agustus yang digelar secara virtual dapat berjalan dengan baik.

"Tapi kan sudah di-take out dulu oleh penegak hukum yang memang bertugas untuk itu," katanya.

"Contoh menghack itu kan macem-macem. Contoh sesuatu yang kurang sopan dan lain-lain. Dan alhamdulilah ini bisa berjalan dengan baik," imbuh Heru.

Simak juga video 'Alasan Mengapa Situs Resmi Sekelas DPR Mudah Diretas Hacker':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)