Bagi-bagi Sertifikat Tanah Lagi, Jokowi: Saya Pertama Dapat Umur 35

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 15:42 WIB
Presiden Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah di Stadion Simangaronsang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut
Foto: Presiden Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah di Stadion Simangaronsang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut (Laily Rachev-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Medan -

Bertempat di Stadion Simangaronsang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 22.007 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Penyerahan sertifikat tanah tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Presiden ke Sumatera Utara.

Kepemilikan hak atas tanah wajib dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria. Sertifikat yang hari ini diserahkan oleh Presiden menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum.

"Apa sih gunanya sertifikat? Kalau kita sudah pegang ini hak hukum kita atas tanah itu menjadi jelas," ujar Jokowi dalam siaran pers Setpres, Selasa (27/10/2020).

Untuk diketahui, puluhan ribu sertifikat yang diserahkan Jokowi tersebut terdiri atas 20.637 sertifikat yang berasal dari program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), 47 sertifikat untuk rumah ibadah, 1.236 sertifikat untuk aset dan barang milik negara, serta 87 sertifikat untuk bidang lahan yang berada di kawasan lumbung pangan yang berada di Kabupaten Humbang Hasundutan.

"Hari ini telah diserahkan kurang lebih 20 ribu-an sertifikat untuk Provinsi Sumatera Utara. Khusus untuk Humbang Hasundutan ada penyerahan sertifikat tanah yang berada di lokasi lumbung pangan, itu ada 87 sertifikat," ucap Jokowi.

Penyerahan sertifikat untuk rakyat kali ini hanya dihadiri langsung oleh penerima dalam jumlah yang sangat terbatas sebagai bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan. Sebagian besar penerima mengikuti jalannya acara penyerahan melalui konferensi video dari sejumlah titik di tempat terpisah.

Kepada para penerima, Jokowi menitipkan pesan untuk menjaga sertifikat yang telah diterimanya tersebut dengan baik. Kepemilikan sertifikat tersebut juga berarti membuka akses permodalan ke perbankan apabila di antara para penerima ada yang ingin menggunakannya sebagai modal usaha.

Namun, Jokowi juga mengingatkan agar dana yang diperoleh dari pinjaman tersebut hanya diperuntukkan untuk hal-hal produktif.

"Saya ingat, saat saya pertama kali mendapat sertifikat umur kira-kira 35 tahun, senang sekali. Karena dengan sertifikat ini kita nanti bisa gunakan untuk akses ke perbankan. Ini bisa disekolahkan ke bank kalau ingin dipakai untuk modal kerja usaha," ujar Jokowi.

(dkp/aud)