Keluarga Besar Marhaenis Demo Tolak Impor Beras dan TDL
Jumat, 20 Jan 2006 16:49 WIB
Yogyakarta -
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Keluarga Besar Marhaenis (KBM) menolak rencana pemerintah yang akan mengimpor beras dan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 100 persen mulai bulan Maret 2006. Baik beras impor dan kenaikan TDL itu akan semakin menyengsarakan rakyat Indonesia."Rencana impor beras melalui Inpres No 13/2005 itu jelas sangat merugikan petani. Dan kalau bulan Maret nanti Tarif dasar Listrik akan dinaikkan 100 persen, rakyat akan semakin terjepit lagi kehidupannya," kata Sekjen DPN KBN, Eko Suwanto kepada wartawan di kantor Jl Kemuning, Yogyakata, Jumat (20/1/2006). Belum pulih benar dari ingatan setelah kenaikan BBM tahun 2005, kata Eko, rakyat sudah ditambahi lagi sebuah beban yakni beras impor dan kenaikan TDL.Padahal kebijakan itu sangat diskriminatif dan merugikan petani maupun masyarakat. "Ibaratnya, rakyat itu sudah jatuh tertimpa tangga pula," keluhny.Menurut Eko, adanya beras impor akan merusak mekanisme pasar petani serta akan mengganggu produksi beras petani. Semestinya bukan mengimpor beras tapi menjaga harga beras pasca panen serta meningkatkan produktivitas petani. "Bila dilakukan impor beras, berarti pemerintah berpihak pada kepentingan luar dan segelintir pengusaha serta tidak memberikan perlindungan kepada petani," katanya.Berkaitan dengan rencana kenaikan TDL, kata Eko, pihaknya juga menyatakan menolak karena beban rakyat yang harus ditanggung bertambah berat. "PLN sebagai perusahaan listrik milik negara yang seharusnya memberikan pelayanan dengan tarif murah, tetapi dengan perusahaan yang dimonopoli itu justru tarif dinaikkan. "Kenaikan ini juga merupakan pukulan telah bagi rakyat," tegas Eko.Sementara itu Ketua Muscab KBM Kota Yogyakarta Dwi Wahyu Budiantoro menambahkan kebijakan beras impor itu ada agenda yang tersembunyi yakni masuknya kepentingan asing di sektor pertanian. Dengan kata lain, negeralebih berpihak pada kepentingan global daripada membantu petani."Bila pemerintah beralasan beras impor untuk menjaga harga beras dalam neger, itu alasan yang dibuat-buat. Impor beras hanya akan menguntungkan segelintir pengusaha saja. Sedang harga beras petani otomatis akan jatuh di bawah harga beras impor," kata Wahyu.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































