Sidang Duplik Kasus Pil Xanax Vanessa Angel Digelar 2 November

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 15:11 WIB
Vanessa Angel dan pengacaranya, Arjana Bagaskara (Isal Mawardi/detikcom)
Vanessa Angel dan pengacaranya, Arjana Bagaskara (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta -

Sidang Vanessa Angel terkait kasus kepemilikan 20 butir pil Xanax akan kembali digelar pada Senin, 2 November, mendatang. Sidang itu beragendakan pembacaan duplik dari pengacara Vanessa.

"Sidang ditunda dan dibuka kembali pada hari Senin, 2 November 2020, dengan acara duplik dari penasehat hukum terdakwa," kata hakim dalam sidang tanggapan jaksa atas pleidoi Vanessa, Selasa (27/10/2020).

Hakim meminta pengacara Vanessa memanfaatkan betul kesempatan mengajukan duplik tersebut. Jika tidak, terdakwa dianggap tidak menggunakan haknya.

"Terhadap replik ini masih ada kesempatan terhadap terdakwa dan kuasa hukum untuk mengajukan duplik," katanya.

"Kalau pada tanggal tersebut tidak mengajukan, ya, berarti dianggap tidak menggunakan haknya. Karena setelah itu putusan. Dimanfaatkan betul kesempatan ini," sambung hakim.

Pada hari ini, Vanessa menjalani sidang replik atau tanggapan jaksa atas pembacaan pleidoi Vanessa. Jaksa mengatakan Vanessa tidak memiliki hak mengonsumsi pil Xanax, yang merupakan jenis obat psikotropika.

Dalam kasus ini, Vanessa Angel dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman 6 bulan penjara atas kasus kepemilikan 20 butir pil Xanax. Vanessa juga dihukum membayar denda sebesar Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Vanessa Angel disebut jaksa bersalah melanggar Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika juncto Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 49 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika dalam Lampiran UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Vanessa dalam pleidoinya juga mengakui telah menyalahi prosedur ketika membeli pil Xanax di salah satu apotek di Surabaya, Jawa Timur. Oleh karena itu, Vanessa sangat menyesal atas tindakannya. Menurut Vanessa, tindakannya itu telah melukai hati keluarganya.

"Dalam kasus ini saya sadar bahwa obat Xanax yang saya dapat dari apotek di Surabaya itu adalah menyalahi prosedur. Tapi resep saya tidak diminta oleh pihak apotek dan masih ada di tangan saya," ujar Vanessa Angel ketika membacakan pleidoi di PN Jakarta Barat, Jalan Letjen S Parman, Jakarta, Senin (26/10).

(fas/mae)