Pakai Kurikulum Internasional, Pelaut Lulusan Polimarin Diincar Jerman

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 14:50 WIB
Polimarin
Foto: Intagram @polimarinmsg
Jakarta -

Politeknik Maritim Negeri (Polimarin) Indonesia merupakan perguruan tinggi negeri berbentuk politeknik yang berdiri sejak 2012 di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Vokasi. Direktur Polimarin Sri Tutie Rahayu mengatakan Polimarin telah menghasilkan lulusan terbaik yang berprofesi sebagai pelaut. Bahkan kurikulumnya sudah sesuai standar internasional.

"Kerja sama yang kita jalin, dengan Jerman, sangat stric dengan kurikulum. Kalau tidak demikian, tidak bisa. Memang kita rintis sebelum Polimarin berdiri. Kemudian kita juga kerja sama dengan industri. Antara pendidikan dan perhubungan, sebenarnya kepentingannya sama, satu pendidikan dan satunya kompetensi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Ada tiga program studi yang ditawarkan yaitu Nautika (D3 dan ANT III), Teknika (D3 dan ATT III), dan Tatalaksana Kepelabuhan (D3). Sri menambahkan lulusan Polimarin sudah banyak yang bekerja di perusahaan luar negeri. Hal ini karena adanya link and match dengan perusahaan pelayaran Jerman.

Ia mengaku pada awalnya lulusan Polimarin memang kesulitan untuk mengikuti seleksi internasional karena kendala kesulitan mencari kapal. Namun, hambatan tersebut ternyata tidak menyurutkan semangat alumni. Akhirnya, lanjut dia, banyak lulusan yang lolos seleksi. Bahkan Perusahaan BSM dari Denmark juga memberikan kesempatan kepada mereka.

"Bagaimana self confidence, ending-nya jadi pelaut, mereka mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai pelaut. Ini diakui internasional. Sebagai pendamping ijazah, ditanamkan pendidikan karakter. Mengenai pelatihan, apapun yang kita lakukan, kita koordinir. Untuk mendukung kurikulum internasional. Harus bisa berbahasa Inggris," katanya.

TNI Angkatan Udara juga terlibat untuk membimbing mahasiswa Polimarin. Selain pembelajaran karakter, juga ada materi mengenai entrepreneur.

"Berdasarkan data, yang sudah berada di Jerman, 22 orang magang dan sudah dipesan semua. Ketika dari direktorat jenderal vokasi, link and match adalah jiwa kami. Industri erat sekali. Untuk memberikan warna, kita menggaet dosen dari industri. Ini yang kita minta untuk melatih," tandasnya.

(mul/mpr)