Kemensos Sebut Realisasi Bantuan Sosial Tunai Capai 82%

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 10:46 WIB
Warga antre untuk mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap enam di Kantor Pos Besar Merdeka Palembang, Sumatera Selatan, Kamis. (17/9/2020). Kantor Pos Besar Merdeka Palembang menyalurkan BST tahap enam senilai Rp300 ribu yang diberikan kepada 13.232 orang Keluarga Penerima Manfaat untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat saat pandemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Kementerian Sosial menyalurkan Bantuan Sosial Tunai untuk 9 juta masyarakat tidak mampu di 33 provinsi di Indonesia. Bantuan Sosial Tunai tersebut disalurkan dalam 2 gelombang dari bulan April hingga Desember 2020 nanti.

Gelombang pertama (April-Juni) penerima manfaat mendapatkan Rp 600.000 per KK per bulan. Kemudian pada gelombang kedua yang berlangsung dari Juli-Desember telah disesuaikan menjadi Rp 300.000 per KK per bulan.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama menjelaskan realisasi Bantuan Sosial Tunai telah mencapai 82% secara nasional. Hal itu ia sampaikan dalam Dialog Produktif bertajuk "Bantuan Sosial Tunai Dukung Masyarakat Saat Pandemi" yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

"Realisasi Bantuan Sosial Tunai alhamdulillah telah mencapai 82% secara nasional. Kami berterima kasih kepada semua bupati, wali kota, gubernur, camat, kepala desa, lurah, kemudian aparat, yang bahu membahu menyalurkan bantuan, sehingga apa yang sebelumnya kita perkirakan sebagai tantangan luar biasa, pada akhirnya bisa kita laksanakan dengan baik," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Asep menjelaskan Bantuan Sosial Tunai tidak hanya berdampak sosial semata-mata bagi keluarga penerima manfaat, tapi juga berdampak ekonomi yang lebih besar ladan mampu membantu menggerakkan kegiatan ekonomi di tingkat akar rumput.

Pada sisi penyaluran, imbuhnya, PT Pos selaku mitra Kemensos memanfaatkan 4.500 cabang kantor pos di seluruh Indonesia sebagai titik pengambilan Bantuan Sosial Tunai tersebut. PT Pos juga telah menjalin koordinasi dengan komunitas setempat, RT, RW, atau banjar dan bekerja sama menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ini.

"Bahkan bagi penerima manfaat yang tidak bisa mendatangi titik pengambilan, petugas pos akan mendatangi langsung dan mengantar Bantuan Sosial Tunai, seperti bagi mereka yang telah lanjut usia, sakit atau tinggal di desa-desa terpencil," tambahnya.

Asep menambahkan cakupan provinsi yang menjadi sasaran Bantuan Sosial Tunai dari Kemensos pada 2021 nanti akan bertambah dari 33 provinsi menjadi 34 provinsi dengan memasukkan DKI Jakarta.

Pada 2020 ini Provinsi DKI Jakarta tidak menerima manfaat Bantuan Sosial Tunai karena digantikan oleh Bantuan Presiden berupa sembako bagi keluarga penerima manfaat. Bantuan Sosial Tunai rencananya akan berlanjut hingga periode Juni 2021 mendatang melihat dampak pandemi COVID-19 masih akan terus mempengaruhi daya beli masyarakat rentan Indonesia.

"Karena fenomena COVID-19 ini masih dinamis, sehingga kami mendapatkan amanah sementara ini untuk tahun depan dilanjut sampai bulan Juni 2021. Kemudian jumlahnya disesuaikan menjadi Rp 200.000. Tentu ada pertimbangan kenapa berkurang dari sebelumnya Rp 300.000, karena kita juga sudah melihat banyak program-program lain yang dilakukan kementerian dan lembaga, yang bisa diakses keluarga penerima manfaat. Kemudian tahun depan sasaran penerimanya pun menjadi 10 juta keluarga," ucapnya.

Kebijakan bantuan tunai sosial ini dilakukan dengan tujuan untuk tetap menjaga daya beli masyarakat akibat pandemi wabah virus Corona (COVID-19). Penerima Bantuan Sosial Tunai ini didasarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non-DTKS yang bersumber dari data ajuan kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia. Penyaluran bantuan sosial ini menggandeng PT Pos sebagai mitra penyalur hingga bisa tersampaikan langsung kepada penerima manfaat.

Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menyatakan pihaknya telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ke 483 kota, 514 kabupaten, 7.94 kecamatan, dan 83.447 desa. Ia menambahkan kini penyaluran sudah sampai pada tahap ke-6.

"Alhamdulilah dengan jumlah yang masif tersebut kita telah sampai pada tahap ke-6, tercapai 96,79% dana yang kita salurkan Rp 21,5 triliun. Sisanya karena ada yang sudah meninggal maupun pindah alamat, itu kita kembalikan ke Kemensos dan diganti dengan data baru yang akan diberikan di periode berikutnya," jelasnya.

Ia menambahkan PT Pos Indonesia optimis realisasi penyaluran Bantuan Sosial Tunai ke-9 juta keluarga penerima manfaat ini akan selesai pada minggu pertama Desember 2020. Hingga tahap ke-6 bulan September lalu, PT Pos telah menjangkau 8,6 juta keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah di Indonesia, termasuk ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang terkenal sulit untuk disentuh akibat keterbatasan sarana transportasi dan cuaca untuk menuju ke sana.

(mul/mpr)