Deplu: Laporan Pembantaian Warga Timor Leste Tidak Benar

Deplu: Laporan Pembantaian Warga Timor Leste Tidak Benar

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2006 15:41 WIB
Jakarta - Deplu menganggap laporan Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi yang akan diserahkan Presiden Timor Leste ke Markas Besar PBB di New York yang menyebutkan Indonesia membantai tak kurang dari 180 ribu warga Timor Leste tidak sesuai dengan kenyataan.Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Deplu Yuri Thamrin dalam media briefing di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2006).Sebelumnya, laporan yang disampaikan menyebutkan 180 ribu orang Timor Leste meninggal selama 24 tahun di bawah naungan pemerintah Indonesia.Menurut Yuri, laporan yang berisi pelanggaran HAM itu diberikan oleh orang-orang yang tidak tinggal di Timor Leste dan tidak mengerti situasi yang berkembang di Indonesia dan Timor Leste."Kita lihat rekomendasi itu unreal, karena dirumuskan dari sisi HAM murni. Bahkan rekomendasi itu tidak didasarkan dari orang Timor Leste," terang dia.Yuri menegaskan laporan itu cenderung melihat masa lalu, sementara kedua negara, yakni Indonesia dan Timor Leste, sepakat untuk menyelesaikan pelanggaran HAM melalui cara rekonsiliasi dengan terbentuknya Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP).Dia mengaku belum menerima secara lengkap mengenai laporan itu dari pemerintah Timor Leste. Namun Presiden Timor Leste Xanana Gusmao pada 27 Februari mendatang akan berkunjung ke Indonesia bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (san/)


Berita Terkait