Momen Residivis Pembantai Istri-Mertua Ditembak Mati Usai Bacok Polisi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 22:33 WIB
Kanit Reskrim Polsek Panakukkang Iptu Iqbal Usman
Kanit Reskrim Polsek Panakukkang Iptu Iqbal Usman (Hermwan/detikcom)
Makassar -

Residivis kasus pembunuhan di Makassar, Sulawesi Selatan, Daeng Lewa, ditembak mati lantaran membacok polisi secara bertubi-tubi. Sebelum itu, Daeng Lewa juga membacok mertua dan istrinya sendiri.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman menceritakan, anggotanya yang jadi korban pembacokan Daeng Lewa bernama Bripka Zulkadri. Korban awalnya dibacok saat hendak mengejar pelaku yang membacok istri dan mertuanya pada Jumat (23/10/2020).

"Habis kejadian itu (membacok istri dan mertuanya) dia lari ke rumah keluarganya, ada salah satu keluarganya memang yang dia tuju di Pampang," kata Iptu Iqbal kepada detikcom, Senin (26/10).

Iptu Iqbal melanjutkan, Bripka Zulkadri, yang mencoba memasuki rumah persembunyian Daeng Lewa, justru dihadang. Korban lantas dibacok saat masuk ke rumah.

"Nah, pas anggota masuk, tiba-tiba di lantai 2 di itu rumah dia muncul langsung dia parangi anggota. Karena itu anggota berikan tindakan tegas (tembak mati)," beber Iqbal.

Menurut Iptu Iqbal, Bripka Zulkadri bukan hanya sekali dibacok, melainkan berkali-kali, di antaranya pada jidat, lengan, bahu, jari, hingga pada kaki kiri dan kanannya.

"Sampai ada tulangnya patah, saking kerasnya itu sabetannya itu. Bertubi-tubi (dibacok)," ujar dia.

Sebelumnya, Daeng Lewa yang disebut 2 hari bebas dari Lapas Makassar, membacok istrinya yang bernama Selfi, dan dua orang mertuanya yang bernama Alimuddin dan Salma. Untuk Salma, tangannya diamputasi karena ulah Daeng Lewa.

Kini, polisi masih menyelidiki motif Daeng Lewa tega membacok istri dan mertuanya sendiri.

"Sampai saat ini korban masih dirawat, jadi kita masih menunggu untuk meminta keterangan dari mereka," pungkas Iqbal.

(lir/lir)