Aliansi Makar Saat Demo Ricuh Makassar Belum Terungkap, Ini Kata Kapolda

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 20:13 WIB
Aksi massa tolak Omnibus Law di Makassar berakhir ricuh
Demo ricuh di Makassar (Foto: Istimewa)
Makassar -

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Merdysyam belum mengungkap sosok di balik Aliansi Makar yang disebut menyusupi demo omnibus law menjadi ricuh di Makassar. Merdy menyebut polisi masih menyelidiki Aliansi Makar.

"Tadi kan sudah kita sampaikan kita akan dalami terus dan akan kita lidik siapa di belakangnya ini," ujar Merdy saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Senin (26/10/2020).

Merdy juga belum mengungkapkan soal hubungan 13 orang yang ditetapkan menjadi tersangka penyerangan Kantor DPD NasDem Makassar saat demo ricuh dengan Aliansi Makar. Dia hanya menegaskan 13 orang yang ditahan ditetapkan menjadi tersangka karena alat bukti yang ditemukan polisi.

"Kami melakukan upaya ini (menetapkan 13 tersangka) berdasarkan saksi dan bukti. Kami tidak akan melakukan menetapkan seseorang sebagai tersangka jika tidak didasarkan bukti yang kuat, itu," tegasnya.

Lebih lanjut, terkait tersangka berasal dari aliansi mana, Merdy mengatakan hingga saat ini peran masing-masing dari 13 tersangka masih menjadi konsumsi penyidik.

"Jadi sampai saat ini, sampai kami rilis hari ini tersangka berjumlah 13. Tentu dengan peran masing-masing. Tapi tentunya ini masih konsumsi penyidikan yang akan kami kembangkan terus," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Unjuk rasa mahasiswa yang menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di Jalan AP Pettarani, Makassar berakhir ricuh pada Kamis (22/10) malam lalu. Di sela meninjau lokasi aksi yang ricuh, Merdy menyebut aksi mahasiswa itu telah disusupi kelompok Aliansi Makar.

"Ini disusupi juga dengan Aliansi Makar, mereka sebut makar. Ini sudah melakukan perusakan, tindakan pelemparan, bahkan pembakaran," ujar Irjen Merdy kepada wartawan saat meninjau lokasi aksi di Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (22/10) malam.

Merdy mengungkapkan, awalnya aksi mahasiswa menolak UU Ciptaker di Jalan AP Pettarani depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) sejak siang tadi berlangsung damai. Namun, saat aksi berlanjut hingga malam, Aliansi Makar datang dan melakukan provokasi seperti pelemparan dan pembakaran.

"Kebetulan di depan ini ada kantor sekretariat salah satu partai politik (NasDem), jadi di sana ada mobil ambulans yang sedang diparkir itu juga menjadi sasaran aksi mereka," ungkapnya.

(nvl/idh)