Lihat Dulu, Baru Komentar

Penerbit Playboy:

Lihat Dulu, Baru Komentar

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2006 14:50 WIB
Jakarta - Penerbit Playboy edisi Indonesia meminta masyarakat untuk membaca dulu isi majalahnya. Baru setelah itu memberi komentar apakah isinya mengekspolitasi wanita porno atau tidak.Demikian disampaikan Direktur PT Velvet Silver Media (Penerbit Playboy edisi Indonesia) M Ponti Carolus kepada wartawan di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2006). Ponti dalam kesempatan jumpa pers usai bertemu Dewan Pers itu mengatakan, isi Majalah Playboy tidak harus mengutamakan perempuan. Dia mencontohkan, Playboy di Jepang yang justru covernya bergambar Rolling Stones. "Jadi tunggu dulu majalahnya keluar. Lihat dulu, baru berkomentar," pinta Ponti.Ponti juga mengatakan pihaknya bukanlah orang yang siap mengeluarkan uang, lantas ditutup dalam satu atau dua bulan ke depan. Atau masuk penjara, karena nantinya dinilai melanggar UU Pornografi dan Pornoaksi. Dia juga menolak apabila Playboy dikatakan sebagai majalah seks semata. Playboy menurutnya, selama ini juga selalu menampilkan berita soal gaya hidup, kebudayaan, politik dan sebagainya. Bahkan, dirinya memastikan Playboy edisi Indonesia tidak akan memuat foto-foto bugil. Untuk itu, pihaknya tidak akan takut bila tidak sengaja dibaca anak-anak. Sebab, isinya tidak cabul. Kalaupun nanti ada foto-fotonya, maka yang akan dipajang adalah foto selebritis maupun tokoh-tokoh Indonesia yang mampu di bidangnya. Mengenai prospek majalahnya, Ponti mengatakan, biar pasar yang akan menjawabnya. "Kita lihat saja apa laku atau tidak? Tapi, doakan laku yah," jawabnya berharap. Hingga kini, Playboy edisi Indonesia masih dalam persiapan manajerial dan editorial. Menurut Ponti, pihaknya memahami adanya resistensi yang muncul belakangan ini. Tentunya hal itu dijadikan masukan bagi konsep isi majalahnya. (zal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads