23 Hari Mogok Makan, Berat Badan Korban SUTET Turun 7 Kg

23 Hari Mogok Makan, Berat Badan Korban SUTET Turun 7 Kg

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2006 14:38 WIB
Jakarta - Kondisi kesehatan peserta mogok makan SUTET makin memprihatinkan memasuki hari ke-23. Dalam kondisi mulut terjahit, mereka semakin tampak lemah dari hari ke hari. Berat badan kelima orang ini pun turun sekitar 7 kilogram."Kalau sudah ada pemeriksaan medis yang lengkap, mungkin bisa lebih dari itu," ujar koordinator Solidaritas Aksi Korban SUTET Indonesia Mustar Bonaventura kepada wartawan di posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2006).Kelima peserta mogok makan itu adalah Ramli (39), Tarman (54), Dadang (39), Sa'odah (32) dan Manisa (50). Mereka selama ini hanya diberi air minum melalui sedotan untuk sekadar membasahi tenggorokan. Menurut Mustar, sampai saat ini pun belum pernah ada bentuk perhatian baik dari pemerintah dan PLN.Mustar menjelaskan, pemerintah dan PLN harus jujur kepada warga, apakah warga akan diberi ganti rugi atau tidak. Korban SUTET sendiri akan tetap bertahan sampai pemerintah mengabulkan tuntutan mereka."Jika tidak dilakukan, kami akan melakukan pembongkaran tiang-tiang SUTET," ancam Mustar.Lima warga korban SUTET melakukan aksi mogok makan dan jahit mulut sejak 28 Desember 2006. Mereka meminta ganti rugi yang layak dari PT PLN karena rumah tinggal mereka dilewati jaringan listrik berkekuatan ekstratinggi. Namun pemerintah dan PLN masih bungkam hingga kini. (fay/)


Berita Terkait