Anies Keluarkan RPP, Siswa di Jakarta Bisa Pelajari UU Cipta Kerja

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 16:17 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Polda Metro Jaya
Gubernur Anies Baswedan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi pelajar di Jakarta sehingga pelajar bisa mempelajari masalah sosial, termasuk soal omnibus law UU Cipta Kerja yang dibicarakan oleh masyarakat.

"Harapannya, sejak dini, anak-anak dapat kesempatan untuk terbiasa membicarakan secara konstruktif permasalahan-permasalahan yang dibicarakan masyarakat umum. Jadi itu yang kami sampaikan, harapannya ini menjadi media pembelajaran yang bermanfaat baik guru, orang tua, maupun siswa," ucap Gubernur Anies kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2020).

Anies mencontohkan, salah satu masalah yang bisa diangkat di materi pembelajaran adalah UU Cipta Kerja. Anies mengeluarkan RPP agar guru mudah untuk melaksanakannya.

"Misalnya jadikan UU Cipta Kerja sebagai materi pembelajaran. Kalau hanya dianjurkan begitu nanti mungkin guru mengalami tantangan bagaimana menterjemahkannya, sekarang kita sudah siapkan RPP-nya," sambung Anies.

Anies berharap guru dan peserta didik mampu menghadirkan proses belajar mengajar yang mampu meminimalisir pelajar untuk demonstrasi ricuh. RPP bisa menjadi pegangan guru untuk menyiapkan materi sampai penilaian.

"Dinas pendidikan sudah menyiapkan RPP atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk SMP, SMA, dan SMK. Dengan adanya RPP ini para guru sudah langsung punya pegangan. Di sini misalnya untuk SMP 4 kali pertemuan materinya apa dan pembelajarannya apa, mata pelajaran apa, sumber belajar apa, cara penilaiannya bagaimana," kata Anies.

Dengan begitu, kata Anies, akan timbul rasa peduli terhadap masalah yang ada di masyarakat. Akan ada diskusi dan kajian guru dengan murid.

"Jadi anak-anak diarahkan untuk mereka bisa membahas, mereka bisa berdiskusi dan mengkaji bersama atas apa yang kita percakapan di masyarakat sehingga situasi yang dibicarakan itu bisa membuat kita untuk peduli pada masalah-masalah yang ada di masyarakat," katanya.

Seperti diketahui, mayoritas pelajar terlibat demonstrasi UU Cipta Kerja yang diwarnai kerusuhan di Jakarta. Polda Metro Jaya sendiri telah menetapkan 143 tersangka dan 67 orang ditahan. Mirisnya, dari 67 orang tersebut, 31 orang masih berstatus pelajar.

(aik/aik)