Waket MPR: Jadikan Momen Sumpah Pemuda untuk Bangkit dari Pandemi

Inkana Putri - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 13:53 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid
Foto: dok MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 yang juga melanda Indonesia memberikan dampak terhadap berbagai sektor meliputi sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan, wisata, dan sektor lainnya.

Akibatnya jutaan manusia tertular hingga meninggal dunia. Bahkan, hal ini juga membuat dunia mengalami resesi ekonomi, dan terancam kebodohan sebab sistem pendidikan tak berjalan semestinya.

"Akibat pandemi seluruh sendi kehidupan terkena dampaknya," ujar Jazilul dalam keterangannya, Senin (26/10/2020).

Terkait hal ini, pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu berharap kepada seluruh masyarakat terutama pemuda untuk tidak pasrah atau menerima nasib. Melalui Peringatan Sumpah Pemuda ke-92 bertema 'Bersatu dan Bangkit', ia mengajak para pemuda untuk tetap bersatu dan bangkit.

"Kita jadikan momen Sumpah Pemuda untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19," tegasnya.

Jazilul menjelaskan bangkit di masa saat ini adalah pemuda tidak boleh berputus asa, namun harus tetap semangat, kreatif, dan inovatif. Menurutnya, langkah-langkah tersebut penting karena generasi muda adalah penerus bangsa.

Ia juga meminta pemuda untuk memberi contoh, salah satunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

"Pemuda harus memberi contoh penerapan protokol kesehatan. Pemuda harus menjadi pelopor dan barisan terdepan dalam penerapan protokol kesehatan," imbuhnya.



Meskipun saat ini aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan di rumah, Jazilul tetap mendorong para pemuda untuk tak meninggalkan kebiasaan pada masa normalnya, yakni semangat, ceria, kreatif, dan inovatif.

"Meski kita berada di rumah kita harus tetap melakukan kreasi dan produktif dalam berkarya," katanya.

Pria asal Pulau Bawean ini juga menyampaikan dahulu para pemuda yang ikut merintis, berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menghadapi banyak tantangan, bukan hanya waktu belajar yang tersita, namun nyawa yang terancam melayang demi Indonesia.

"Namun semua dihadapi para pemuda dengan gagah berani dan semangat," tegasnya.

(akn/ega)