Nurmahmudi Dilantik, Golkar WO
Jumat, 20 Jan 2006 13:39 WIB
Jakarta - Ganjalan serius akan dilancarkan Golkar jika pelantikan Nurmahmudi Ismail-Yuyun Wirasaputra sebagai walikota dan wakil walikota Depok tetap dilakukan. Partai berlambang pohon beringin ini siap mengeluarkan jurus walk out (WO)."Kita akan memperjuangkan di rapat Panitia Musyawarah (Panmus) DPRD Depok agar pelantikan menunggu putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK)," kata juru bicara Fraksi Partai Golkar (FPG) Babai Suhaimi kepada detikcom di ruang kerjanya Gedung DPRD Depok, Jalan Boulevard Kota Kembang, Depok, Jawa Barat, Jumat (20/1/2006).Menurutnya, bila pelantikan dilakukan sebelum putusan MK keluar, maka FPG akan WO. "Akan ada sanksi yang diberikan pada anggota FPG yang menghadiri pelantikan," ujar dia.Babai meminta, agar situasi Depok kondusif, pelantikan sebaiknya menunggu putusan MK. "Golkar meyakini keputusan MK adalah final, dan kami akan menghormati apa pun keputusannya," terang Babai.Dia mewanti-wanti bila pelantikan tetap dilakukan, maka kader Golkar di lapangan akan bergerak menyalurkan aspirasi. "Tetapi tetap dalam koridor hukum," tegas dia.Babai berjanji bila keputusan MK keluar dan memenangkan Nurmahmudi, pihaknya akan menerima. "Kita akan menjadi oposisi kritis di parlemen," akunya.Namun dia menegaskan, bila putusan yang keluar memenangkan Badrul Kamal-Syihabuddin Ahmad, maka sesegera mungkin jabatan walikota-wakil walikota Depok diberikan kepada Badrul-Syihabuddin.Mengenai bentrokan yang dikhawatirkan muncul saat pelantikan, Babai menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. "Tugas kepolisian menjaga situasi kondusif. Yang penting bersikap arif," ujarnya.Sementara Jumat siang ini sekitar pukul 13.30 WIB di DPRD Depok akan digelar rapat Panmus untuk menentukan tanggal pelantikan pasangan Nurmahmudi-Yuyun.Siang ini di luar gedung DPRD tampak puluhan aparat dari Polres Depok berjaga-jaga. Informasi yang diperoleh, sekitar 50 pendukung Badrul akan melakukan demonstrasi agar Panmus menunda pelantikan hingga putusan MK keluar.Golkar yang mengusung pasangan Badrul-Syihabuddin akan berusaha agar pelantikan ditunda hingga putusan MK keluar. Caranya dengan melobi fraksi lain.
(san/)











































