Suaka 43 WNI Akan Ganggu Hubungan RI-Australia

Suaka 43 WNI Akan Ganggu Hubungan RI-Australia

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2006 13:35 WIB
Jakarta - Hubungan RI dan Australia yang sudah terjalin harmonis saat ini dipastikan bakal terganggu dengan kasus suaka politik yang diminta 43 WNI asal Merauke, Papua. Karena itu Australia diminta berpikir ulang untuk mengabulkan hal itu.Departemen Luar Negeri (Deplu) RI hingga kini belum mengetahui identitas dan motivasi keberangkatan 43 warga Merauke tersebut.Apalagi hingga saat ini pemerintah Australia belum memberikan penjelasan secara resmi mengenai kabar lebih lanjut 43 WNI tersebut.Saat ini 43 WNI tersebut telah berada di Pulau Christmas dan sedang diinterview serta menjalankan cek kesehatan. "Tapi kita belum bisa memastikan apakah mereka WNI atau bukan," kata Juru Bicara Deplu Yuri Thamrin dalam media briefing di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (20/1/2006).Ditegaskan Yuri, jika mereka menyatakan diri sebagai WNI, maka Deplu memiliki kewajiban memberi jaminan keselamatan dan kesehatan bagi mereka.Saat ini petugas dari Deplu telah berada di Cape York untuk mencari kejelasan mengenai kondisi 43 warga Merauke tersebut.Dia juga menegaskan, jika motivasi mereka untuk mencari suaka karena terjadi pembunuhan massal di daerahnya, maka itu kabar tidak benar."Indonesia bukanlah lahan yang subur bagi peristiwa genocide (pembunuhan massal)," tegas Yuri. Sebelumnya media Australia, Sydney Herald Morning, memberitakan 43 WNI meminta suaka politik dengan berlayar menuju ke Australia. Kapal mereka sempat dikabarkan hilang. (umi/)


Berita Terkait