Ajaran Salat Bersiul:
Kitab Laduni Bukan Karya Sumardi
Jumat, 20 Jan 2006 13:20 WIB
Makassar - Istilah Laduni, nama kitab suci pedoman ajaran keselamatan Sumardi (60), diambil dari Al Quran. Laduni berarti sesempurna-sempurnanya iman. Hal ini diungkapkan oleh Abdul Rasyid Sy, salah seorang pengikut Sumardi, yang juga sempat ditahan oleh oleh Polresta Polmas, Sulawesi Barat, ketika ditemui detikcom di kantor LBH Makassar, Jl Macan, Makassar, Jumat (20/1/2006). "Laduni itu, menurut ajaran Pak Sumardi, diambil dari salah satu ayat di Al Quran, yakni berasal dari kata mil ladumma ilma," ungkap Rasyid. Namun Rasyid mengaku lupa ketika ditanya dari surat dan ayat berapa. "Saya lupa surah apa, tapi Pak Sumardi pernah menyebutkan ke saya. Tapi saya saja yang lupa," tuturnya. Laduni berarti sumber dari segala ilmu. "Arti Laduni itu adalah sumber dari segala ilmu," ucap Rasyid, yang juga masih ada hubungan keluarga dengan Sumardi. Bukan Karangan Sumardi Menanggapi banyaknya tuduhan bahwa Laduni dikarang sendiri oleh Sumardi, Rasyid membantahnya. Menurutnya, Sumardi dituntun untuk menuliskan kitab itu. "Kalau sekadar cerita, mungkin orang lain tidak percaya, tapi saya melihatnya sendiri," tutur Rasyid. Rasyid bercerita bahwa dirinya pernah menjumpai Sumardi di kamarnya. Saat itu Sumardi sedang menulis. Tapi saat dia masuk, Sumardi menegurnya, namun tangan Sumardi tetapi menulis. "Saat saya masuk, mukanya menghadap ke saya, tapi tangannya terus bergerak menulis. Sepertinya ada kekuatan yang menggerakkan tangannya, di luar kemauannya," terang Rasyid. Bahkan, saat itu, menurut Rasyid, Sumardi sempat menegur penjual ikan yang dilihatnya lewat jendela kaca kamarnya. Sumardi sempat menoleh ke penjual ikan itu. "Pak Sumardi menoleh yang bercerita dengan penjual ikan itu, tapi tangannya tetap bergerak menulis. Dan tidak ada yang salah saat menulis," ceritanya. Salat Tak Putus-putus Rasyid pun menjelaskan kalau Sumardi adalah penganut Islam yang taat. "Proses Pak Sumardi sehingga bisa sampai pada tahapan sekarang, sangat panjang. Dia salat lima waktunya tidak putus-putus selama 15 tahun. Dia juga rajin witir dan tahajud," terang Rasyid.
(nrl/)











































