Ketua KPU Balikpapan Positif COVID-19, Debat Pilkada Ditunda

Antara News - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 10:58 WIB
Ilustrasi gedung KPU dan Pemilu serentak 2019
Ilustrasi KPU (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Balikpapan -

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha dinyatakan positif COVID-19 pada Sabtu (24/10). Akibatnya, debat Pilkada Balikpapan, Kalimantan Timur pun ditunda.

Debat ditunda lantaran Noor Thoha sempat turun langsung memeriksa persiapan acara debat sehari sebelumnya. Thoha, disebut sempat datang melihat tempat acara di ballroom Hotel Tjokro di Jalan Marsma R Iswahjudi.

Karena itu, Ketua Gugus Tugas yang juga Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi langsung meminta debat yang digelar pada Sabtu (24/10) malam itu juga ditunda. Usul itu itu disetujui KPU dan Bawaslu Balikpapan, dan juga pasangan calon Rahmad Mas'ud-Thohari Aziz (RT).

"Maka Wali Kota sebagai Ketua Gugus Tugas menyarankan acara debatnya ditunda dulu," kata Komisioner KPU Balikpapan, Syahrul Karim, dilansir dari Antara, Senin (26/10/2020).

Syahrul mengungkapkan, penundaan itu juga sejalan dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020, juga Juknis 465 tentang kampanye, kegiatan tersebut wajib mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang berlaku di daerah setempat.

Sementara, mulai hari ini, Satgas COVID-19 juga melakukan pelacakan kontak dekat kepada semua yang terlibat dalam penyelenggaraan acara debat kandidat calon wali kota Balikpapan.

"Kami mulai Senin 26/10 akan melakukan tracing," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Balikpapan, Kaltim, dr Andi Sri Juliarty yang juga anggota Satgas COVID-19.

Tracing tersebut dilakukan untuk mencegah penularan lebih jauh. Tracing juga diperlukan sebab Noor Thoha dikenal sebagai figur yang aktif, apalagi saat menyiapkan program debat kandidat calon wali kota-wakil wali kota Balikpapan akhir pekan lalu.

Sedianya pasangan RT akan berhadapan dengan 5 panelis, yaitu para pakar yang akan bertanya sesuai keahlian di bidangnya. Di antaranya hal tata kota oleh Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kaltim Beny Dhanio dan hal ekonomi oleh Dr Aji Sofyan Effendi.

Acara itu juga sedianya disiarkan oleh televisi dan radio lokal Balikpapan dan media-media sosial milik KPU Balikpapan.

Menurut Syahrul, debat publik ini adalah cara publik melihat kualitas pasangan calon dan diharapkan bisa memberikan informasi yang memadai untuk menentukan pilihan.

(mae/idh)