Pengusaha Angkutan Umum Ancam Mogok Nasional
Jumat, 20 Jan 2006 12:40 WIB
Jakarta - Belum lama tarif naik akibat BBM, angkutan umum kembali mengancam akan mogok nasional. Kali ini alasannya masalah teknis dan struktural yang terus merugikan mereka. Tapi Organda yakin bisa mencegahnya."Alasan desakan untuk mogok nasional karena para pengusaha angkutan nasional benar-benar tertekan dan nyaris tak dapat bertahan," kata Ketua Umum DPP Organda Murpy Hutagalung.Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di Kantor DPP Organda Wisma Arion lantai 4, Jalan Pemuda, Jakarta, Jumat (20/1/2006).Organda akan membahas desakan mogok nasional itu dalam Mukernas DPP Organda di Batam, 22-23 Januari. Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dan Kapolri Jenderal Pol Sutanto diundang untuk berdiskusi dengan para pengusaha angkutan dan pengurus Organda.DPP Organda sendiri, kata Murpy, sebenarnya tidak menghendaki terjadinya mogok nasional. Organda yakin mampu mencegah mogok dengan syarat pemerintah secara serius memberikan jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi pengusaha angkutan umum."Jadi pemerintah harusnya membuat langkah dan kebijakan yang konstruktif bagi perlindungan dan kepastian usaha angkutan umum," kata Murpy.Dijelaskan Murpy, pengusaha angkutan selama ini dihadapkan pada permasalahan teknis maupun struktural yang tidak mendukung usahanya. Masalah itu misalnya kenaikan harga BBM yang berdampak pula pada kenaikan suku cadang.Kemudian masalah pungli yang tak pernah kunjung selesai, bahkan menambah beban pengusaha angkutan umum. Lalu retribusi daerah dan izin trayek berlebihan, serta angkutan liar alias bodong.Selain itu juga kondisi jalan di daerah yang buruk yang mengakibatkan tingginya biaya operasional dan PPN terhadap jasa angkutan umum.
(iy/)











































