Pertama Kali, Presiden Chirac Ancam Serangan Nuklir
Jumat, 20 Jan 2006 12:06 WIB
Jakarta - Presiden Prancis Jacques Chirac, untuk pertama kalinya, menyebut-nyebut soal serangan nuklir. Chirac mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap setiap negara yang melakukan serangan "teroris" terhadap Prancis."Para pemimpin negara yang menggunakan cara-cara teroris terhadap kami, serta siapa saja yang mempertimbangkan penggunaan senjata pemusnah massal, harus paham bahwa mereka akan mendapat respons yang tegas dan sesuai dari kami," tegas Chirac.Dikatakan pemimpin Prancis itu, respons itu bisa konvensional, bisa pula yang lainnya alias dengan memakai senjata nuklir.Hal itu disampaikan Chirac dalam pidatonya saat berkunjung ke sebuah basis nuklir Prancis, seperti diberitakan AFP, Jumat (20/1/2006). Namun Chirac tidak ada menyebut nama negara dalam pidatonya itu.Menurut Chirac, Prancis telah mengonfigurasi persenjataan nuklirnya supaya bisa merespons setiap ancaman dengan fleksibel dan reaktif. Ini dilakukan dengan mengurangi jumlah hulu ledak nuklir pada rudal tertentu yang ditaruh di atas kapal-kapal selam Prancis.Dengan langkah ini, rudal tersebut bisa melakukan serangan pada target-target spesifik dan membatasi zona kerusakan."Tergantung pada presiden republik ini untuk mengevaluasi potensial kekuatan dan konsekuensi dari ancaman-ancaman yang tidak bisa diterima atau pemerasan terhadap kepentingan kita," tandas Chirac.
(ita/)











































