Pesawat Haji Delay, Saudi & Garuda Diminta Tanggung Jawab
Jumat, 20 Jan 2006 12:06 WIB
Madinah - Pesawat delay hingga berjam-jam, wajar bila jamaah haji protes atau bahkan marah. Tapi, jangan salahkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Sebab, soal pesawat delay ini akibat kinerja maskapai penerbangan kurang oke. Karena itu, PPIH meminta pihak penerbangan mau bertanggung jawab. Saat ini, ada dua maskapai penerbangan yang ditetapkan sebagai angkutan jamaah haji Indonesia, yaitu Saudi Airlines (SA) dan Garuda Indonesia (GA). Untuk pemulangan jamaah haji, kedua maskapai ini mengangkut jamaah haji dari dua bandara, yaitu Bandara King Abdul Aziz, Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. Pemulangan jamaah haji dari Jeddah sejak 15 Januari 2006 lalu hingga saat ini telah memunculkan kisah buruk. Sejumlah penerbangan mengalami penundaan (delay) berjam-jam. Bahkan, jamaah haji kloter 03 BTJ (Aceh) mengalami penundaan selama 23 jam pada Rabu (18/1/2005) kemarin. Ini jelas sangat keterlaluan. Agar kasus pemulangan jamaah haji dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) tidak mengalani kisah buruk yang sama, Kepala Daerah Kerja (Daker) PPIH Madinah H. Ahmad Kartono telah membuat kesepakatan dengan pihak penerbangan untuk mengantisipasi adanya delay pesawat di bandara AMAA. Intinya, pihak penerbangan diminta bertanggung jawab bila terjadi delay. "Saya meminta Saudi Airlines bertanggung jawab bila terjadi delay nanti. Tanggung jawab itu meliputi penginapan selama delay dan juga konsumsi serta akomodasi," kata Kartono seusai melakukan rapat dengan pihak Saudi Airlines, Kamis (19/1/2006). Demikian dilaporkan reporter detikcom di Madinah, Arifin Asydhad, Jumat (20/1/2006).Atas permintaan itu, kata Kartono, Saudi Airlines menyatakan bersedia. Pihak Saudi juga akan memberitahukan kepada Daker Madinah bila terjadi delay pesawat paling telat empat hari sebelum jadwal pemulangan jamaah. Menurut Kartono, permintaan yang sama nantinya juga akan disampaikan kepada pihak Garuda. Namun, Kartono belum mengetahui kapan dirinya akan bertemu pihak Garuda membicarakan penundaan pesawat. "Yang jelas, kita akan minta kepada pihak Garuda," ujar dia. Pemulangan jamaah haji dari bandara AMAA Madinah akan dimulai pada 28 Januari. Rombongan pertama yang akan dipulangkan adalah kloter 42 Sub (Surabaya). Dijadwalkan jamaah haji kloter 42 Sub akan dipulangkan dengan Saudi Airlines pada pukul 18.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
(nrl/)











































