Wamen LHK Serahkan Karang Hias & Lepas Tukik di Pantai Pandawa

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 22:09 WIB
Pemkab Badung
Foto: Pemkab Badung
Jakarta -

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong menyerahkan 160 tanaman karang hias di Gunung Payung sekaligus pelepasliaran 100 tukik penyu lekang bertempat di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan.

Alue mengatakan dengan adanya wabah COVID-19 di seluruh dunia mengakibatkan perubahan ekonomi, hubungan interaksi sosial, dan lainnya sehingga semua wajib mengadaptasi dengan kondisi kebiasaan baru.

Meski dalam kondisi pandemi, pihaknya mengaku tetap bersyukur meski secara nasional mengalami perlambatan ekonomi. Namun pertumbuhan ekonomi masih lebih baik dari negara lain. Presiden juga mengambil langkah extraordinary di antaranya pemulihan kesehatan nasional dengan berbagai program serta pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang tersebar di beberapa kementerian dan lembaga.

"Khusus di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PEN tahun ini diwujudkan dalam bentuk padat karya mangrove. Dimana penanaman mangrove yang mengalami degradasi dengan melibatkan masyarakat dan masyarakat mendapatkan upah dalam mengumpul bibit, menanam dan memelihara. Di sisi padat karya sifatnya," kata Alue dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2020).

Alue mengatakan kondisi hutan mangrove di Pulau Bali sudah bagus sehingga hanya mendapatkan 100 hektar program PEN mangrove. Hanya saja ke depan akan dilihat lagi potensi mana yang bisa dilakukan.

"Secara nasional hutan mangrove kita sebanyak 15.000 hektar se-Indonesia. Tahun depan kemungkinan bisa kita lakukan program PEN transplantasi terumbu karang," imbuh dia lebih lanjut.

Selain menyerahkan karang hias dan melepas tukik di Pantai Pandawa, pada kesempatan itu, Alue secara pribadi menyerahkan dana Rp 10 juta kepada Bendesa Adat Kutuh.

Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa yang turut hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi apa yang menjadi program Presiden dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor pemulihan pariwisata. Menurutnya Pemerintah pusat sudah melakukan berbagai kegiatan di daerah, khususnya wilayah Bali.

"Ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bapak Presiden dari Pemerintah Pusat melalui kementerian dan lembaga yang berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pemulihan kembali kondisi pariwisata di Bali khususnya Kabupaten Badung saat ini," ungkap Adi.

Adi mengatakan wilayah Kutuh adalah kawasan wisata yang sangat luar biasa memberikan kontribusi cukup besar terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Badung. Menurutnya, Wilayah Pantai Pandawa, Desa Adat Kutuh bisa dikunjungi 3.000 orang di masa normal sebelum pandemi.

Sementata itu, Bendesa Adat Kutuh, I Nyoman Mesir berterima kasih kepada Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta jajarannya yang terlibat dalam kegiatan pelepasan tukik di Desa Kutuh untuk melestarikan hutan dan fauna.

"Untuk kawasan hutan di Gunung Payung kami memiliki 2 hektar, di sisi barat dari Pantai Pandawa terdapat 3 Hektar, serta yang sudah terhutannisasi ada 2 hektar. Berarti di Desa Kutuh terdapat 7 hektar untuk kawasan hutan. Upaya melakukan pelestarian hutan serta melindungi fauna di wilayah kutuh beserta wilayah Gunung Payung yang terdapat ribuan kera tetap dilaksanakan sebagai bagian dari pelestarian lingkungan," papar I Nyoman Mesir.

Sebagai informasi, pada kegiatan ini turut hadir Sekditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Tandya Tjahjana; Direktur Perbenihan Tanaman Hutan, Mintarjo; Kadis Perikanan Badung, I Nyoman Suardana; Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan, I Wayan Puja; Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta beserta unsur muspika; Pj. Perbekel Kutuh, I Wayan Badra, dan masyarakat setempat.

(ega/ega)