HNW Harap Generasi Muda Sekarang Teladani Tokoh Muda Era Perjuangan

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 21:53 WIB
Hidayat Nur Wahid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan tepat 92 tahun yang lalu, yaitu tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta) terjadi peristiwa yang menjadi sejarah besar bangsa Indonesia.

Saat itu, para pemuda dan tokoh-tokoh muda dari berbagai daerah di Indonesia menggelar Kongres Pemuda II dan melahirkan sebuah ikrar bersama yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda untuk mewujudkan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

HNW mengungkapkan ada yang patut dicermati dari peristiwa itu tersebut, yaitu susunan kepanitiaan serta pimpinan kongres yang ditentukan secara musyawarah. "Hal tersebut membuktikan bahwa mereka sudah menerapkan nilai-nilai Pancasila yang saat itu malah belum lahir. Suatu bukti juga, jika nilai-nilai luhur bangsa dikedepankan, maka hasilnya akan baik dan bermanfaat," ujar Hidayat Nur Wahid, dalam keterangannya, Minggu (25/10/2020).

Hal tersebut ia sampaikan saat hadir dan memberikan sambutan secara virtual pada acara Temu Tokoh Nasional/Kebangsaan kerja sama MPR dengan Gema Keadilan Sumatera Barat, di Kota Pariaman, Sumatera Barat pada hari ini.

HNW mengatakan kepanitiaan dan pimpinan kongres tersebut juga tersusun secara merata serta adil mengakomodir semua daerah, golongan, dan organisasi. Adapun susunannya antara lain Ketua Sugondo Djojopuspito (PPPI), Wakil Ketua R.M. Joko Marsaid (Jong Java), Sekretaris Muhammad Yamin (Jong Soematranen Bond), Bendahara Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond), pembantu I Johan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond), Pembantu II R. Katjasoengkana (Pemoeda Indonesia), Pembantu III R.C.I. Sendoek (Jong Celebes), Pembantu IV Johannes Leimena (Jong Ambon), dan Pembantu V Mohammad Rochjani Su'ud (Pemoeda Kaoem Betawi).

Menurut HNW, kiprah para pemuda tersebut begitu luar biasa. Menurutnya, generasi muda Indonesia saat ini mesti meneladani dan mengambil pelajaran dari mereka.

HNW pun mengutip dari kitab Muqaddimah ditulis sejarawan muslim Ibnu Khaldun yang menyatakan bahwa 'sejarah adalah pengulangan'. Ia mengatakan bukan tidak mungkin sejarah keberhasilan para pemuda di era itu terulang kembali di masa kini, dalam bentuk lain yakni mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

"Cermati faktor-faktor yang membuat mereka berhasil antara lain, tidak memikirkan diri sendiri atau kelompoknya, kemampuan untuk bekerja sama, kemampuan untuk bisa dipercaya, mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat, kerja keras, saling mendukung satu sama lain, menjadikan perbedaan menjadi sebuah kekuatan untuk maju bersama-sama," jelasnya.

HNW mengungkapkan faktor lainnya adalah para tokoh muda itu adalah kaum yang terdidik, pintar, berwawasan luas, tidak taklid buta, dan tidak fanatisme berlebihan. "Semua kelebihan tersebut penting, sebab tanpa itu semua tidak mungkin bisa memberikan ilham dan membangkitkan semangat rakyat berjuang keras meraih kemerdekaan," imbuhnya.

Oleh karena itu, HNW mengajak para pemuda Indonesia untuk cepat bangkit dan segera meraih keberhasilan yang pernah diraih para tokoh muda bangsa terdahulu dan kalau bisa harus menjadi lebih baik dari mereka.

Sebagai informasi, acara yang bertema 'Merekat Kesatuan Nasional Jelang Peringatan Sumpah Pemuda' tersebut dihadiri anggota Gema Keadilan, para tokoh, dan masyarakat sekitar.

(ega/ega)